
News Lintas Sulawesi/Buol, Sulteng, 23/10/2023 : Jelang Pemilu 2024 yang tersisa empat bulan ke depan, berbagai kalangan pendukung Partai dan para Caleg haru-biru di berbagai platform media, termasuk tentunya di level lapangan.
Salah satu Caleg yang diprediksi moncer pada kontestasi kali ini adalah Aziz Bestari, yang diusung oleh Partai besutan Surya Paloh ini. Aziz Bestari maju dari Daerah Pemilihan Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol untuk berebut kursi DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Diketahui, Anggota Fraksi NasDem yang pernah duduk di DPRD Provinsi dari Dapil ini adalah Yahdi Basma (2014-2019) dan Hasan Patongai (2029-2024).
“Iya tentu kami dukung Pak Haji (sapaan akrab Aziz Bestari – red) karena saya hafal betul kredibilitas beliau sejak 20 tahun terakhir ini”, demikian Alwi Dg. Liwang, polisi senior di Banggai saat komentari postingan flyer Aziz Bestari di suatu WAGrup yang diikuti media ini. “Jika kita semua ini ner KTP Tolitoli Buol, kita pasti coblos Pak Haji”, ujar mantan Anggota DPRD Banggai ini, yang juga pernah pimpin BPC KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) Kabupaten Banggai Kepulauan.
Ditimpali pula oleh Andi Azikin Suyuti, salah satu Tokoh Masyarakat, “Beliau ini orang baik, bertanggungjawab, orang percaya padanya, maka orang pasti coblos dia”. Senada dengan Azikin, sahut menyahut komentar banyak tokoh masyarakat di sejumlah WAGrup KKSS, Grup Solidaritas Sulawesi, Grup Reuni Mantan Pengurus KNPI, dll yang juga diikuti awak media ini, yang beri dukungan kepada sosok Caleg yang pernah maju pada Pilkada Tolitoli tahun 2010 namun batal ikut pada hari H Pencoblosan karena Calon Wakil nya mendadak meninggal di masa kampanye.
H. Aziz Bestari memang satu dari sedikit tokoh penting di Tolitoli, Kabupaten yang penuh sejarah panjang di Tanah Sulawesi. “Iya seorang pria pemberani, tegas pada kebenaran, dan berkomitmen untuk membersihkan penyimpangan. Dia mencalonkan diri untuk DPRD Provinsi dari Dapil Tolis-Buol dengan Nomor Urut 2 dari Partai NasDem, karena diperintahkan Partai nya. Walau sesungguhnya ia datang ke Pimpinan Partai untuk pamit sowan hendak meninggalkan Partai yang turut iya bangun dengan luar biasa pengorbanannya, pengorbanan keluarga dan para pendukungnya di Tolitoli “, demikian disampaikan Muliadi selaku Juru Bicara BANTAYA (Barisan Teman Yahdi Basma). Yahdi dikenal sebagai sahabat dekat Haji Aziz Bestari.
Masa muda Aziz Bestari tercatat penuh dengan pengabdian pada berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), selain dari jabatan ASN di bidang PU yang ia tekuni sejak awal masuk PNS.
“Haji Aziz Bestari adalah sosok yang layak dan pantas untuk dapat dukungan kita. Untuk Surat Suara DPRD Provinsi, coblos nama H. Aziz Bestari, surat suara yang lain, silahkan pilih sendiri-sendiri komiu pe calon termasuk Capres komiu”, bunyi komentar dari nomor yang tanpa nama, karena belum save kontak di ponsel awak media ini.
Tercatat, Haji Aziz Bestari pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KNPI Kabupaten Tolitoli. “Iya, bersama Saleh Bantilan mantan Bupati Tolitoli, saat itu, tahun 2001-2004”, komen Sumarno Wahab, aktivis KNPI Sulawesi Tengah.
Juga tercatat sebagai Ketua Umum BKPRMI, hingga menjadi Ketua Komda Al-Khaeraat Tolitoli, di mana ia selalu menjalankan tugasnya dengan penuh amanah. Di dunia paguyuban, beliau pernah memimpin dengan gemilang sebagai Ketua BPD – KKSS Tolitoli (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan).
Mengakhiri dialog dengan media ini, Muliadi dan Yusuf Andi Mappiasse berpesan, “Kami meminta ridho dan dukungan masyarakat Tolitoli dan Buol. Kami yakini, Haji Aziz Bestari dalam perjuangannya, tidak pernah membelot, tak pernah khianati rakyat, apalagi hanya berjanji tanpa bukti. Beliau telah dedikasikan separuh hidupnya untuk menciptakan perubahan yang positif, Khususnya di Tolitoli selama ini, dan Sulawesi Tengah umumnya”, demikian komentar Yusuf Andi Mappiasse yang dikenal sebagai Manajer Kampanye Haji Aziz Bestari di Tolitoli.
“Kabari saudara, kerabat, dan keluarga yang tinggal di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol untuk memilih beliau pada Surat Suara DPRD Provinsi”, timpal Muliadi.
“Ajak yang diam, jemput yang tertinggal, jaga yang setia…!”, demikian pesan Pak Haji Aziz Bestari, kata Yusuf mengakhiri komentar.
(Inum-CP/red)
