Sebuah Renungan Atas apa yang menimpa Dunia Hari ini

Muhammad Askar, SKM.SH (foto-red)

News Lintas Sulawesi/Makassar; Sungai Eufrat mengering , sungai yang panjangnya 3.000 KM itu diprediksi akan memunculkan gunung emas dan membuat seluruh penduduk dunia terutama di timur Tengah akan berebut emas dan saling membunuh satu dengan lainnya , Perang Israel dan sekutunya melawan Palestina, Irak, Iran , Yaman , Libanon , Afganistan dan lainnya diprediksi akan memakan waktu yang lama.

Info terkini serangan Israel sudah menewaskan 37.000 penduduk sipil dibalas dengan serangan Iran dan sekutunya yang menghantam pusat pertahanan Israel , pada sisi lain para ahli astronomi dan pengamat luar angkasa memprediksi akan segera terjadi badai matahari yang diperkirakan akan menimbulkan dampak matinya kehidupan modern dan canggih yang hari ini menguasai kita semua , terputusnya jaringan listrik, jaringan satelit atau signal radio yang mengancam pesawat akan bertabrakan di udara, signal telepon seluler juga akan putus , transaksi m-banking yang menjadi kebanggaan orang modern juga akan berhenti apabila badai Matahari itu terjad.

Semua itu sudah dijelaskan dalam hadist nabi yang sahih dan banyak di ceramahkan oleh ulama, kiyai dan ustadz ustadz kita , bahwa peristiwa itu bagian dari tanda tanda akhir zaman atau kiamat , jadi hidup di dunia itu tidak abadi bro , tidak abadi gues , hidup didunia betapapun lezatnya , betapapun nikmatnya semua akan berakhir , entah kita akan meninggal lebih cepat , atau meninggal lebih lama dan yang pasti semua kita akan mati , Kullu Nafsin dzaikatul maut , semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian dan bagi manusia kematian itu ” Al mautu baabun wakullun nasu dakhiluhaa.

Kematian itu adalah pintu dan setiap manusia akan melewatinya tegas hadist Nabi Muhammad SAW ., kata anak jaman Now anak Millenial ” santaimaki duniaji ” artinya apa ? Dunia hanyalah persinggahan, tidak abadi , tidak boleh menjadi tujuan dan target hidup kita , dunia harus di buat menjadi media yang efektif untuk menghadap kepada Allah SWT kelak , disiapkan untuk negeri akhirat yang mana kita akan hidup selama lamanya disana.

Allahu Akbar , Allahu itu Maha besar kita ini sangat kecil , dalam hadist di gambarkan bahwa perumpamaan manusia dan bumi dengan kuasa Allah SWT sangatlah kecil , kecil sekali , ibarat melempar sebuah cincin di Padang pasir yang luas , itulah dunia dan segala isinya , bagaimana sih penampakan sebuah cincin yang di lempar ke Padang pasir? , masih kelihatan tidak ? Itu buminya yang di huni ratusan milyar manusia dan isinya , bagaimana dengan manusia itu sendiri ? Seperberapa kita ini dengan luas bumi ? Sangat kecil sangat tidak bisa di hitung baik secara massa maupun secara fisiknya 😀😀😀 lantas apa yang kita akan sombongkan ? , apa yang bisa kita andalkan?

Sementara jarak Allah SWT dengan bumi saja di antarai tujuh lapis langit yang mana satu lapisan langit saja itu luasnya seluas langit pertama dan bumi tempat kita berpijak , oleh ahli astronomi menjelaskan jarak antara bumi dan matahari saja 149.000.000 KM dan jarak bumi ke langit pertama diperkirakan 180 juta tahun cahaya ( perjalanannya ) adakah kita sebagai manusia besar ? Adakah kita manusia bisa di hitung ? Bahkan di gambarkan dalam Al-Qur’an dalam surah Al-Qariyah ” apabila kiamat terjadi manusia itu berterbangan seperti Anai Anai dan gunung gunung bagaikan kapas ” , Allahu Akbar , Allah Maha Besar .

Saudaraku semua kenapa sebelum Sholat itu ada panggilan Adzan ? Apa maknanya dan apa tujuan Allah dan Nabi Muhammad membuat protap seperti itu ? Coba cermati lafadz lafadz adzan dengan baik , dengan cermat dengan penuh penghikmatan , ternyata disana kita akan menemukan betapa sistem yang di buat oleh Allah SWT melalui Rasulullah SAW dalam pelaksanaan ibadah Sholat saja sudah mengajarkan manusia kembali ke fitrah , prosedural sholat itu bagian dari cara Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW untuk selalu mengingatkan manusia seolah olah Allah SWT berkata ” Hei manusia kamu itu kecil , kamu itu tidak apa apanya , kecuali kamu kembali mendekatkan diri kepada yang Maha Besar melalui perintah Sholat .

Makanya ditegaskan bahwa ” Assholatul mikrajul mukmin ” bahwa Sholat itu adalah tempat pertemuan Hamba dengan Khaliknya , manusia dengan Allah SWT , Allahu Akbar 2 X , itu menegaskan bahwa memang Allah SWT itu Maha Besar dan sangat besar bahkan tidak bisa dengan fasilitas otak dan akal yang kitap punya untuk menjangkaunya, kita terbatas , procecor kita dan fasilitas kita terbatas untuk mengakses rahasia kebesaran Allah SWT kecuali atas Izinnya , Allah SWT Maha Besar baik perwujudannya dan kekuasaannya , dikatakan bahwa laidza kamislihi Saiun , Allah itu tidak ada satupun mahluk yang menyerupainya , DIA berada dalam singgasana nya yang sangat besar dan letaknya diatas langit ketujuh dan di antarai oleh samudra yang Maha luas.

Pantas saja ketika Nabi Musa AS meminta kepada Allah SWT untuk bertemu dan menatapnya seluruh mahluk di bumi tidak bisa menampung keberadaan Allah SWT, karena Nabi Musa AS ngotot mau melihat Allah SWT dia pun diperlihatkan cahaya yang olehnya membuat dirinya pingsan tak sadarkan diri lalu berkata ” Maafkan aku ya Allah, aku beriman kepadamu, sungguh engkau Maha Besar “

Kebesaran Allah SWT sungguh butuh pencermatan dan pendalaman yang sungguh sungguh. Karena kalau tidak, maka yang besar adalah dunia, dunia yang bisa membuat kita lupa segalanya, dunia yang bisa membutakan mata dan hati kita , padahal saudaraku ” addun ya laibun walahwun ” dunia itu hanya Senda gurau semata, Addun ya mata’ wa Khaerul mata Al mar atu ssaleh ” Dunia hanyalah perhiasan dan sebaik baik perhiasan adalah wanita yang sholeh ( istri yang Sholeh ). Jadi jangan terlalu mengejar dunia sampai sampai lupa akhirat , jangan mengejar dunia terlalu berlebihan sampai sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisi kita , berikan space yang cukup untuk akhirat kita , apa yang kita cari di dunia ? kekayaan ?, Nabi Sulaiman AS adalah orang yang paling Kaya di dunia tapi sangat taat pada Tuhannya, ketampanan ? atau kecantikan? Nabi Yusuf AS tidak ada yang membandingi , kekuasaan? Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul yang menaklukkan Arab dan Bisantium Eropa dengan segala kekayaannya, tapi Nabi Muhammad SAW lebih memilih hidup sederhana, hidup di rumah yang hanya berukah 4 X 3 meter dengan tempat tidur terbuat dari pelepah daun kurma, puasa Senin Kamis dan tidak bermewah mewah dengan pakaian mahal dan rumah mewah, beliau bersama Fatimah mengakhiri hidupnya dengan kesederhanaan dan bahkan dalam keadaan miskin, tapi cinta dan ibadahnya kepada Allah SWT tak surut sedikitpun, Nabi Muhammad SAW sampai bengkak kakinya untuk beribadah sehari semalam dalam menyembah Allah SWT.

Padahal beliau adalah manusia yang di jamin masuk surga, dihapuskan dosa dosanya yang lalu dan yang akan datang, lantas bagaimana dengan kita yang tidak ada yang jamin kelak kita masuk surga ? Sungguh kita butuh waktu yang banyak untuk belajar, instrospeksi diri, saya dan saudaraku semua semoga tidak larut dalam euforia mengejar kemewahan dunia, tidak larut dalam permainan dunia yang begitu menggoda dan menggiurkan semoga kita semua di Rahmati Allah SWT dan mengakhiri hidup kita dengan Husnul khatimah ( Meninggal dalam keadaan yang baik ) Allahumma Inna Nas aluka Husnul khatimah, Yaa Allah takdirkan kami kelak meninggal dengan Husnul Khatimah.

Wallahu A’lam bisshawab
Tulisan ini lahir dari semakin rumitnya fenomena Alam, fenomena sosial, politik dunia yang kita hadapi dan alami setiap waktu trend berburu kekuasan dan jabatan dengan menggunakan segala macam cara tapi pada akhirnya tidak menjalankan amanah dengan baik dan benar, semoga bermanfaat, Wallahul Mustaan Fastabiqul Khoirot.

(Redaksi NLS)

Tinggalkan komentar