“Potret Gibran Rakabuming Raka: Represantasi Kuat Anak Muda Indonesia dalam Politik Nasional”

News Lintas Sulawesi/Makassar

Baru-baru ini, muncul sebuah video yang menyoroti pandangan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, terkait putranya yang tidak didorong untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden. Dalam video tersebut, Surya Paloh menyatakan bahwa belum saatnya, dan bahwa masih perlu berproses.

Menanggapi pernyataan Surya Paloh, Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP) mengomentari bahwa pemilihan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wakil Presiden melalui pertimbangan yang matang dan kalkulasi politik yang diperhitungkan secara elektoral. Ini tidak hanya karena dia merupakan anak Presiden, tetapi karena pertimbangan yang lebih luas.

SAdAP juga berpendapat bahwa serangan dan fitnah terhadap Presiden Jokowi berasal dari pihak yang takut kalah dalam pemilihan presiden, sehingga mereka mencoba menggerus kekuatan politik yang mendukung Prabowo-Gibran.

SAdAP meyakini bahwa apapun yang terjadi dalam pemilihan presiden adalah atas izin Allah, dan Allah memberikan jalan kepada Gibran untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dalam lingkup yang lebih luas. Selama memimpin kota Solo, Gibran telah mencapai peningkatan pembangunan yang signifikan.

SAdAP juga mengingatkan bahwa setiap pemimpin memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti yang pernah dialami oleh Gus Dur. Kecerdasan Gibran, sikap hormat kepada yang lebih tua, dan karakternya yang terbentuk dari keluarga, lingkungan, dan pendidikan, membuatnya layak untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai pemimpin nasional.

SAdAP juga mengutip kata-kata Soekarno tentang pemuda yang dapat mengguncang dunia, dan menganggap kemunculan anak muda seperti Gibran sebagai inspirasi dalam politik Indonesia. Akhirnya, SAdAP berpendapat bahwa apa pun yang dikatakan oleh lawan politiknya tidak perlu dianggap serius, karena Gibran adalah representasi dari Anak Muda Indonesia di gelanggang politik nasional.

(Robin/Red)

User

Tinggalkan komentar