“Ponpes An-Nadhal Makassar dan KNPI Kota Makassar Gelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah: Menyongsong Pelayanan Keagamaan yang Profesional dan Berkelanjutan”

News Lintas Sulawesi/Makassar; DPD KNPI kota Makassar bersama Ponpes An-Nadhal menggelar pelatihan penyelenggaraan jenasah yang dibuka lansung oleh Dr KH Afifuddin Harisah Pimpinan umum Ponpes An-Nahdlah Makasar.


Kegiatan tersebut di support pemerintah kota Makasar Dani Pomanto
ketua KNPI kota Makassar Hasrul Kaharuddin SH sehingga kegiatan berjalan sukses. Mereka yang hadir terdiri dari perwakilan santri kelas 11 dan kelas 2 Aliyah,Alumni Ponpes serta Masyarakat umum yang tergabung dalam Majelis Ta’lim.

Praktikum memandikan jenazah mengkafani serta menshalatinya di peragakan lansung oleh salah satu anggota BAZNAS yang juga Alumni Ponpes An-Nadhal. Acara di laksanakan di Ponpes An-Nadhlal jalan Tinumbu Dalam.
Pukul 10.00 WITA.kota Makassar
Kamis 8 Mei 2024.

Dalam wawancara nya dengan awak media ‘ Dr KH Afifuddin menandaskan ‘pelatihan penyelenggaraan jenasah kita perlu apresiasi apalagi KNPI mau bermitra tujuannya bagus bagaimana memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat yang membutuhkan
perlu di ketahui pula bahwasanya pondok pesantren bukan saja di jadikan sarana sekolah tetapi sebagai lembaga keagamaan masyarakat misal nya lembaga da’wah, urusan pernikahan Tahlilan dan barasanji hal ini sudah kita implementasikan di masyarakat yang membutuhkan ‘pungkas nya.

Lanjut Dr KH Afifuddin Jelaskan serangkaian dengan penyelenggaraan jenasah nanti nya kita akan menyiapkan tenaga-tenaga yang profesional punya ketrampilan dan pengetahuan dalam hal memandikan, menshalati, mengkafani dan menguburkan jenasah dan hal ini merupakan suatu kewajiban jika ada jenasah muslim harus di urus berdosalah kita bilamana kita abaikan hal ini.

Dr KH Afifuddin Harisah Pimpinan umum Ponpes An-Nahdlah Makasar (foto-red)


Olehnya itu Selalu ada santri yang stanbay siap bertugas melayani masyarakat .
Pekerjaan memandikan jenazah adalah pekerjaan yang sangat mulia di mata Allah dan nantinya ketika santri, guru, para Alumni maupun masyarakat yang belajar tentang tata cara penyelenggaraan jenasah Mereka akan di bekali ilmu sehingga skill nya mapan tidak di ragukan lagi, oleh nya itu untuk mendapatkan pengakuan pesantren berwenang memberikan sertifikat sebagai bentuk legalits bahwa mereka profesional dalam bidang nya “pungkas KH Afifuddin. Dan saya berharap anak santri yang mondok di pesantren ini tidak di tamatkan jika tidak memiliki sertifikat juga.


Diakuinya ‘selama ini memang ada pelajaran agama soal memandikan, mengkafan, menshalati dan menguburkan jenasah tetapi hanya berupa teori yang mereka dapatkan dari guru agama nya bukan praktek nah dengan kemitraan yang di bangun dengan KNPI dapat menambah wawasan belajar anak-anak santri untuk siap di aplikasikan ke masyarakat bahkan kegiatan ini kalau bisa kita laksanakan setiap tahun dan menjadi agenda rutin Ponpes An-Nadhal ‘imbuh KH Afifuddin jangan cuma berceramah di atas mimbar tetapi mengurus jenasah itu bahagian dari Fardhu Kifayah.

(Zainal Abidin MK-Karmila/red)

Tinggalkan komentar