News Lintas Sulawesi/Palu, 15/4/2024; Pasca bulan suci Ramadhan 1445-H, tepatnya di bulan Syawal 1445-H, redaksi mengolah topik kajian dari berbagai sumber, baik kepustakaan maupun empirik, misalnya wawancara tokoh atas suatu topik, atau lewat catatan proses yg diikuti awak redaksi Lensa98Indonesia dalam investigasi dan diskusi thematik diberbagai kalangan.
Dalam suatu materi Tauziah Ramadhan, Yahdi Basma, Pendiri PENA98 (Persatuan Nasional Aktivis 98 Indonesia) dan Anggota DPRD Provinsi Sulteng Fraksi NasDem 2 periode ini, tepatnya pada 23 Maret 2024 (12 Ramadhan 1445-H) bertajuk Makna Silaturahmi.
Kata dia, “Dalam bahasa aslinya yakni bahasa Arab, frasa tersebut merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata as shilah dan al rahim. Makna shilah dalam bahasa Arab didefinisikan sebagai sambungan, menyambung, menjalin, atau menghubungkan.Sementara itu, kata al rahim atau al rahmi, tersusun dari kata rahima – yarhamu, yang bermakna kasih sayang”, demikian Yahdi Basma malam itu 23/3/2024.
Jika mengutip dari H. Ahmad Faisal Marzuki dalam buku Mendirikan Salat Menegakkan Peradaban, silaturahim erat kaitannya dengan hubungan darah atau kekeluargaan. Sementara silaturahmi disebut memiliki arti kasih sayang terhadap sesama dan meluas.
Berikut, redaksi merangkum fadilah SILATURAHMI yang pernah disampaikan oleh Yahdi Basma dalam suatu Tauziah Ramadhan 1445-H dan di beberapa kesempatan diskusi dan Ngaji, serta redaksi kutip dari berbagai sumber literasi.
1. Mendatangkan Ridha dan Rahmat Allah SWT.
Menurut Syekh Sulaiman al-Bujairami dalam kitabnya bertajuk Hasyiyatul Bujairimi ‘alal Khatib (III/272), yang redaksi kutip dari laman NU Official, manfaat silaturahmi yaitu bisa mendatangkan ridha Allah SWT, terlebih jika dilakukan di bulan Syawal.
Selain itu, dalam Hadits Qudsi riwayat Tirmidzi & Abu Dawud, dikatakan bahwa : “Siapa yang menyambung silaturahim, maka akan Aku sambung rahmat-Ku untuknya. Dan siapa yang memutuskan silaturahim, maka Aku putuskan pula rahmat-Ku untuknya.” (HR Tirmidzi & Abu Dawud).
Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa manfaat bersilaturahmi yaitu bisa diperluas rezekinya.
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia bersilaturahmi” (HR. Muslim).
Dijelaskan dalam Anna Mariana dan Milah Nurmilah dalam bukunya, rezeki yang dimaksud itu luas, tidak hanya sekedar harta benda. Tapi, bisa dalam bentuk apa pun, misal, pekerjaan, materi, jodoh, ketenangan dll. Artinya, jika kita ingin banyak didatangkan rezeki, maka salah satu caranya dengan bersilaturahmi.
3. Diberi Keberkahan Umur.
Selain bisa memperluas rezeki, silaturahmi juga bermanfaat dalam keberkahan umur. Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Barangsiapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, serta dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR. Al-Bazzar, Hakim).
4. Menciptakan Kesan yang Baik dan Keharmonisan.
Selain mengejar keberkahan dan ridha dari Allah SWT, silaturahmi saat Lebaran juga bisa menciptakan kesan yang baik. Pasalnya, di momen ini kita akan saling bermaaf-maafan satu sama lain.
Idul Fitri juga turut menjadi momen mempertemukan kembali mereka yang sudah lama tak berjumpa. Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Yang disebut silaturahmi itu bukanlah tentang seseorang yang membalas pemberian atau kunjungan, melainkan ialah yang menumbuhkan apa yang telah putus.” (HR. Bukhari).
Dengan demikian, hal tersebut tentunya akan menjaga rasa kekeluargaan dan meningkatkan keharmonisan antar saudara atau orang-orang terdekat kita.
5. Menambah Pahala.
Adapun hal yang termasuk dalam manfaat silaturahmi di bulan Syawal yaitu bisa memperpanjang umur. Allah SWT berfirman bahwa ada balasan kebaikan bagi orang-orang yang berbuat baik, dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 10:
قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya:
“Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
6. Memperluas Tali Persaudaraan.
Firman Allah yang disabdakan Rasulullah, disampaikan dari Abdurrahman bin Auf, Allah Ta’ala berfirman:
“Aku telah menciptakan rahim dan telah diberikan untuknya sebuah nama dari nama-nama-Ku. Maka, siapa yang menyambungnya, Aku akan menyambungnya, dan siapa yang memutuskannya, Aku akan memutusnya: dan siapa yang menetapkanya, aku akan memantapkannya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, dan Hakim).
7. Sarana untuk Mendekatkan Diri Pada Allah SWT (Muroqobatullah).
Apabila kita ingin bersilaturahmi, maka niat yang kita lakukan yaitu untuk mendapatkan berkah dari Allah. Kalau kita ingin mendapatkan berkah dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat dengan silaturahmi, maka berdoalah kepada Allah supaya menuntun kita pada cara yang benar.
Mintalah perlindungan agar silaturahmi yang kita lakukan tidak digelincirkan syetan. Pasalnya, syetan adalah musuh nyata manusia, yang penuh tipu-daya, bisa saja masuk dan memalingkan manusia atas penghambaan kepada Allah Tabaraka Wata’ala.
sumber litarasi utama : Kholida Qothrunnada – detikHikmah
(CR~Bay98)
