News Lintas Sulawesi/Palu, Talise 29/3/24; Program Sanjayo yang digelar Yahdi Basma, salah satu bakal calon Walikota Palu 2024 dari Partai NasDem, kali ini, sasar sejumlah tokoh masyarakat di Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Sekira jam 21.30 selepas sunnah taraweh, YB, sapaan akrab Yahdi Basma tiba di Warkop NFZ Nagaya-2 sebelah Pasar Talise. Sejumlah tokoh masyarakat sudah menyambut YB dan diskusi digelar dengan suguhan kopi kampung berjenis robusta, racikan bung Agus Hidayat, salah satu tokoh pemuda di RW 05 Kelurahan Talise Valangguni.
Diskusi dipandu oleh Suparman Tende, salah satu Ketua RT yang hadir. “Terimakasih sebelum nya kepada Bung YB yang telah hadir membersamai kita disini. Salah satu problem pokok kita di Valangguni ini, selain isu ganti rugi lahan HUNTAP Talise, yang saat ini sudah terbangun di area Valangguni, juga tentu berbagai aspek pembangunan sosial kemasyarakatan disini”, demikian Suparman mengawali sesi diskusi.
Berkembang menarik, seruput demi seruput kopi ditemani martabak sebagai camilan, sertai maraknya diskusi.
“Soal ganti rugi lahan HUNTAP Talise, tentu menjadi problem serius, namun sepanjang yang saya ketahui, HUNTAP yang alhamdulillah sudah selesai pembangunannya itu, memang wajib tak menyisakan problem turunan, misalnya soal ganti rugi lahan bagi warga”, demikian YB memantik diskusi. “Apapun itu, Negara adalah aktor paling berwenang terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana berikut seluruh problem turunan yang menyertai”, demikian Yahdi yang mantan Ketua Pansus Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana DPRD Provinsi Sulawesi Tengah ini menengahi.
” Nampaknya memang kita musti alokasikan waktu tertentu bicara detil soal lahan HUNTAP ini bersama sejumlah warga yang klaim tanah area HUNTAP termasuk sejumlah tokoh masyarakat yang selama ini intens mengawalnya”, demikian sela Bung Syuki yang disapa Kakak Kedua di lingkungan ini, salah seorang tokoh pemuda yang mantan aktivis mahasiswa UNTAD Palu.
Selain menyorot soal lahan HUNTAP, diskusi juga detail memeriksa aspek pembangunan Palu kaitannya dengan peran dan kinerja Ketua RT dan Ketua RW sebagai garda depan pembangunan sosial dan pelaku budaya di lapangan.
“Kita patut apresiasi kepada Bapak Walikota Palu Hadiyanto Rasyid, yang sejauh ini begitu serius memajukan Kota Palu. Salah satunya dengan peningkatan honorarium bagi Ketua² RT di Palu. Saya kira, Ketua RT dan RW adalah segmen struktural yang berkontribusi dalam penjagaan budaya bersih di Kota ini, dan Adipura adalah bukti konkrit kemajuan yang di kawal oleh Pak Walikota”, sambut Yahdi meyakinkan forum diskusi.
“Namun, tentu perlu pemajuan yang signifikan. Perlu lompatan lebih jauh, agar kemajuan Kota lebih progres. Apa itu? Misalnya Reformasi kebijakan Tata Laksana Kinerja Ketua RT dan RW di Palu”, sambung Yahdi Basma yang mantan Anggota DPRD Provinsi 2 (dua) periode dari Partai NasDem Sulteng ini.
“Ketua RT adalah vokal point di lapangan (wilayah Kelurahan – red) yang paling tahu persis semua geliat, posisi, data dan dinamika di lapangan. Maka selayaknya honorarium Ketua RT itu dilipatgandakan, sembari porsi tugas & tanggungjawab nya di tata serapih mungkin. Tentu disertai dengan penguatan kapasitas personal dan kelembagaan lewat Bimbingan Teknis yang relevan”, sambung Yahdi Basma.
Diskusi berlangsung dua jam lebih dan ditutup kembali oleh pemandu. Sejumlah rekomendasi di catat dan rencana tindak lanjut di kemukakan sebelum forum selesai tengah malam tadi.
(cr-98-aldy/red)
