“Perjuangan Muliadi: dari Aktivis Kota Palu Hingga Calon Kepala Desa Tada Selatan”

News Lintas Sulawesi/Palu, Sulteng; Muliadi, salah satu aktivis pemuda di Palu, tepatnya Sekretaris APM (Aliansi Palu Monggaya), organ masyarakat yang sepanjang tahun 2017 hingga 2022 akhir, mengadvokasi warga Ulujadi Kota Palu, masyarakat korban Tambang Galian-C di sepanjang kecamatan Ulujadi, ditemui malam ini oleh redaksi, menyatakan siap maju Pilkades Tada Selatan, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. 

Kiprah perjuangan Muliadi bersama AMP pada akhir tahun 2022 berbuah manis. Dana CSR yang mereka perjuangkan diketuk Palu Hakim PTUN Palu dengan amar Putusan ganti rugi material Pihak Perusahaan kepada warga korban. 

Dalam kesehariannya, ayah beranak 3 ini, suami dari Erfina, seorang Guru Honorer, juga aktif sebagai Sekretaris LBH Palu. Berbagai kasus-kasus rakyat lapisan kurang mampu, ia dampingi dalam berjuang mencari keadilan. 

Diketahui, Pemilihan Kepala Desa Tada Selatan, sebenarnya terjadwal serentak pada 2022 silam, namun status Kades Tada Selatan saat ini dijabat oleh Plt (Pelaksana Tugas), oleh karena Kades sebelum nya, Irfain, ikut Nyaleg di Pileg 2024 dan berhasil rebut 1 Kursi di Dapil tersebut, DPRD kabupaten Parigi Moutong 2024-2029.

Walhasil, Pemilihan Kades diundur ke tahun ini. 

Muliadi saat ditemui, santai menjawab redaksi, bahwa sebagai komitmen dan ghirah aktivisme yang ia yakini kuat dalam dirinya, akhirnya menambahkan pilihannya untuk ikut berkontestasi di PILKADES Tada Selatan. 

“Desa itu adalah tanah kelahiran saya. Tanah yang diatasnya bertumbuh padi dan menjadi nasi yang kami makan turun temurun, maka saya kemudian bersikap harus memanfaatkan jejaring serta sumber daya yang ada untuk memajukan  Desa itu (Tada Selatan – red)”, jawab Mul, panggilan akrabnya. 

Alumni Madrasah Tsanawiyah Al Khaerat Desa Tada Selatan yang saat ini juga sibuk mengadministrasi proses perjuangan Yahdi Basma menuju Walikota Palu 2024, oleh sejumlah Tokoh Masyarakat di Tada Selatan, dipandang cakap dan tepat memimpin Desa yang dikenal penghasil berbagai tanaman perkebunan di Parigi Moutong. 

Kabar berhembus dan terkonfirmasi bahwa saat ini, beberapa Investor Tambang berencana mengeruk SDA di desa itu yang juga dikenal menyimpan deposit emas dan berbagai bahan mineral. 

“Ya, itu salah satu spirit yang saya bawa untuk maju Pilkades di Tada Selatan. Bahwa rakyat tidak anti investasi, tapi apapun dan siapapun Investor, harus paham pada keluhuran dan sosio-ekonomi lokal”, tutup Muliadi. 

Pada 2 (tahun) silam, tepat Februari 2020, masih segar diingatan publik, seorang warga Tada Selatan tewas tertembus timah panas Polisi, saat mengamankan aksi demo besar-besaran menolak tambang emas PT. Trio Kencana. 

(INUM-CP/RED)

Tinggalkan komentar