
News Lintas Sulawesi/Makassar; Bulan Ramadhan 1445 H telah tiba , bagi sebagian orang awam beranggapan bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan di mana umat Islam di perintahkan untuk melaksanakan puasa dan taraweh di malam hari, puasapun dipahami sebagai upaya menahan lapar dan haus saja di siang hari, perjuangan menahan lapar dan haus itu merupakan jihad Akbar mereka tanpa memperhatikan hal hal yang dapat mengurangi pahala dan bahkan membatalkan puasa mereka.
Kalau kita memahami hal yang sama dengan mereka yang awam tadi maka sungguh kita masuk dalam kategori orang orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa apa, maka wajarnya saja kalau di awal ramadhan saff jamaah di mesjid begitu sesak dan penuh pada saat dipertengahan sudah terjadi kemajuan artinya saff jamaah shalat taraweh semakin maju ke depan dan bahkan di akhir akhir romadhon tidak sedikit mesjid yang sudah kosong dari jamaah taraweh atau jamaah romadhan hakekat dan subtansi puasa dan bulan Ramadhan jauh dari jangkauan mereka yang lalai dalam mengamalkan puasa di bulan Ramadhan.
Kenapa bisa terjadi seperti itu ? Karena memang qadar iman masyarakat kita secara umum masih sangat terbatas masih sangat rendah bahkan jauh dari standar iman para sahabat, tabiin, tabiin dan shalafussaleh ini menjadi tantangan dakwah bagi para ulama dan ustadz yang rutin melakukan dakwah, rata rata orang awam itu berpuasa tapi belum bisa menahan diri untuk melakukan dosa dosa yang selama ini selalu diperbuat bahkan dalam hadis disebutkan ada diantara orang orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala apa apa, bahkan hanya mendapatkan dosa saja seperti disebutkan dalam hadist berikut prilaku yang merusak atau menghilangkan pahala puasa.

Sabda Nabi mengatakan: “Terdapat lima hal yang dapat merusak dan menghapus pahala puasa, yaitu dusta, ghibah, adu domba, sumpah palsu, dan memandang dengan penuh syahwat,” hal hal ini masih menjadi pelanggaran yang dibiasakan oleh sebagian besar orang awam warga muslim kita padahal kalau kita melihat kebelakang sejarah para sahabat dan tabi tabiin ketika berpuasa apabila ada potensi untuk berbuat dosa , dzalim atau sekedar bermuatan makruh saja mereka lantas mengakat tangan dan berkata ” maaf saya lagi berpuasa ” begitu disiplin dan tegasnya mereka dalam menjaga puasa puasa mereka, makanya Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).
Penegasan ayat diatas adalah perintah puasa untuk orang orang yang beriman , untuk orang orang pilihan , untuk orang orang yang tidak terpengaruh hiruk pikuk pesta discount di Mall Mall dan pusat perbelanjaan, orang yang memandang bulan Ramadhan adalah sarana untuk memaksimalkan diri untuk beribadah, beramal, bersedeqah dan berbuat baik semaksimal mungkin, orang orang yang menghabiskan malamnya dengan ibadah khusu’ menghadap RabbNYA, orang orang yang tidak mendahulukan kesenangan duniawi melainkan hanya semata mata berharap Rahmat, Ampunan dan pembebasan Api neraka dari Allah SWT.
Mengeruk keuntungan di bulan Ramadhan
Dari Abu Said RA.: “Rasulullah SAW., bersabda: “Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat fisabilillah -yakni semata-mata menuju kepada ketaatan kepada Allah-, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya -yakni dirinya- karena puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuh puluh tahun dari neraka,” (muttafaq ‘alaih)
Pada hadist lain di terangkan Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh perhitungan (harap), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Sejatinya puasa itu adalah sarana pendidikan yang luarbiasa saking pentingnya puasa itu Allah SWT menegaskan “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183). Berpuasalah kamu sebagaimana telah di wajibkan atas orang orang sebelum kamu , dalam banyak penelitian kesehatan ditemukan bahwa puasa itu adalah sarana untuk menetralisir seluruh aktifitas metabolisme tubuh , sarana detoksifikasi tubuh dari istirahatnya organ organ pencernaan tubuh dalam masa yang cukup lama yakni 12 jam lamanya , dalam posisi itu terjadi netralisasi tubuh yang Maha Hebat , maha sempurna oleh karena kerja kerja sebagian organ dan otot dalam tubuh mengalami peristirahatan yang cukup panjang sehingga efeknya akan terjadi proses tune up baru , perbaikan banyak sel sel rusak atau aus kembali tersegarkan , mesin tubuh yang selama ini tidak pernah beristirahat di istirahatkan dengan baik oleh sebuah perintah yang di sebut puasa, bahkan beberapa Ahli mengatakan sebenarnya perintah puasa itu adalah perintah memulihkan tubuh, memulihkan sel sel dan organ organ tubuh dan juga usaha untuk menjadikan otak dan hati selaras dalam berfikir dan bertindak, kadang kadang kalau kita selalu dalam keadaan kenyang sistem koordinasi otak dan hati kita terjadi Miss persepsi dan Miss komunikasi, dengan berpuasa dua organ tubuh yang paling vital itu kemudian di seleraskan cara kerja dan koordinasinya, sungguh Agung perintah berpuasamu wahai Sang pemilik semesta Alam.

Beramal baik di bulan puasa diganjar dengan 70 puluh kali lipat pahala di hari hari yang lain diluar bulan puasa , beberapa literatur menyebutkan melalui hadist sahih bahwa berbuat baik di bulan suci Ramadhan pahalanya akan dilipatgandakan menjadi tujuh puluh kali , artinya kalau kita membaca Al-Qur’an satu huruf saja maka itu akan di kalikan 70 pahala bagaimana kalau kita bisa menamatkan Al-Qur’an bahkan beberapa kali sungguh pahalanya tak terhingga, pun demikian kalau kita sholat , shadaqah dan berbuat baik lainnya inilah yang dimaksud mengeruk keuntungan di bulan Suci Ramadhan , bulan yang penuh berkah bulan yang awalnya Rahmat dipertengahannnya adalah Ampunan dan di akhirnya adalah pembebasan dari Api nereka , makanya Rasulullah SAW menegaskan andai semua manusia mengetahui dahsyatnya pahala di bulan suci Ramadhan maka mereka akan berkata ” Yaa Allah jadikanlah seluruh bulanku adalah bulan Romadhon ” untuk itu janganlah menjadikan bulan Romadhon sebagai bulan yang biasa biasa saja sebagaimana mereka orang orang awam dan munafik itu , tapi jadikanlah bulan Romadhon sebagai bulan untuk mengeruk keuntungan yang sebesar besarnya , bulan yang lebih indah dari seribu bulan yang jika di hitung dalam bilangan tahun jumlahnya 83 tahun perbandingan nya , maukah kita menunda 83 tahun lagi lamanya untuk mengeruk keuntungan dari fasilitas bulan suci Romadhon itu ?
(Redaksi NLS)
