“Meneguhkan Mihrab: Renungan dari Kisah Nabi Zakariya AS dan Momentum Ramadhan 1445-H”

News Lintas Sulawesi/Palu, Sulteng

Alhamdulillah, semoga khutbah Jum’at di Masjid Al Muhajirin Kelurahan Ujuna, Palu Barat, membawa keberkahan. Meneguhkan mihrab dalam Ramadhan adalah langkah positif untuk meningkatkan khusyuk beribadah. Semoga kita semua dapat meraih manfaat spiritual dari momentum yang berharga ini.

Alhamdulillah, pada kesempatan khutbah Jum’at di Masjid Al Muhajirin Kelurahan Ujuna, Palu Barat, siang tadi, 08 Maret 2024 / 27 Sya’ban 1445-H, kita merenung bersama dengan tema “Meneguhkan Mihrab Dalam Ramadhan 1445-H”.

Seiring kita merenung pada kisah Nabi Zakariya AS di Mihrab Maryam (Ibunda Nabi Isa AS) di Bayt Al Maqdis, kita disadarkan akan keajaiban do’a yang teguh. ALLAH seketika mengabulkan do’a Nabi Zakariya, bahkan menisbatkan nama anak yang diidamkannya, Nabi Yahya AS (QS Ali Imran : 37-38).

Dalam konteks terminologi mutakhir, mihrab bukan hanya sekadar tempat fisik di masjid, namun juga mencakup sikap teguh seorang Muslim dalam menjadikan suatu tempat atau area, baik di titik saf masjid maupun di rumahnya, sebagai tempat khusyuk beribadah Shalat.

Mari kita sambut Ramadhan 1445-H ini sebagai momentum yang istimewa untuk meneguhkan mihrab dalam diri masing-masing dan keluarga. Semoga kekhusyukan ibadah kita semakin mendalam, dan kita dapat meraih berkah spiritual yang melimpah di bulan penuh ampunan ini.

(Inum-CP/red)

User

Tinggalkan komentar