
News Lintas Sulawesi/Palu, sulteng
Kali ini, Jum’at malam, BANTAYA (Barisan Teman Yahdi Basma), sebagai salah satu organ relawan Partai NasDem di Sulteng, gelar konsolidasi berupa Silaturahmi & Pengukuhan BANTAYA Kelurahan BAIYA, Kecamatan TAWAILI, Kota Palu.
Dengan demikian, kini BANTAYA telah ada di 35 dari 46 Kelurahan se Kota Palu, setelah bulan kemarin bentuk BANTAYA Kelurahan TALISE.
Dalam diskusi setelah seremoni pengukuhan, terungkap berbagai isu yg mencuat di Kelurahan Baiya.
Sebagai 1 dari 3 Kelurahan yg masuk lingkup area KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Kelurahan Baiya, Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Taipa, selama ini keluhkan dampak buruk dari limbah getah pinus. Satu dari sejumlah Tenan di KEK, yakni PT. Hong Thai International, memang sejak 2017 telah mengekspor hasil olahan getah pinus ke Guang Fu, China, yang pengolahannya dilakukan di KEK Palu.
Sayangnya, limbah olahan ternyata selama ini dibuang ke sungai dan laut pesisir Palu. “Dampak paling parah yg kami alami adalah rusaknya biota laut. Bertahun Nelayan di pesisir Teluk Palu, khususnya Nelayan Pantoloan, Baiya dan Taipa ini, tdk lagi temukan rono dan berbagai ikan tangkapan yg selama ini banyak kami dapat, apalagi pasca bencana 5 tahun silam ini”, demikian Jufri, salah satu Tokoh Pemuda di Baiya. “Kami sudah ketemu berkali-kali dengan pihak Perusahaan, pihak KEK bahkan Pak Walikota, namun janji nya tinggal janji”, keluh Jefri, yg di iyakan yel-yel oleh puluhan warga yg hadir semalam, 08/03.
Selain soal itu, 5 orang Ketua RT se Baiya yg hadir, bersama Pak Din, Ketua Nelayan Baiya, meminta dengan sangat agar jembatan titian bagi Nelayan di Baiya, dapat dibangun, untuk mudahkan nelayan mendorong & menambatkan perahunya saat kegiatan harian penangkapan ikan. “Ini sumber ekonomi keluarga sejumlah warga lokal disini Pak Yahdi, jadi tolong sampaikan kepada Ibu Nilam Ketua DPRD kami, perhatikan kami…!”, demikian salah satu Ketua RT yg hadir.
” Posisi kami hadir 5 Ketua RT ini adalah bentuk dukungan moral kepada Pak Yahdi di Partai NasDem terkait Pilwali 2024, namun tentu kamipun tegas sampaikan bahwa secara formal, kami Ketua² RT ini harus netral sebagai Pemerintah setempat “, tutup Usman, Ketua RT-10 Baiya.
(INUM-CP/RED)
