
News Lintas Sulawesi/Kab Sigi: Pantauan News Lintas Sulawesi Rabu (29/2-2024), Tim K-9 Squat Dit Samapta Korps Sabara Polda Sulawsi Tengah, juga telah dikerahkan bersama anjing pelacaknya, yang juga dibantu aparat TNI beserta Tim SAR gabungan dari FPRB Kota Palu, Tim FPRB Sigi dan Tim Reaki Cepat (TRC) penanggulangan bencana Kota Palu, penyisiran mulai bergerak dini hari tadi dari hulu kehilir, alhasil pada Rabu hari ini salah seorang mayat korban terseret banjir sungai Wera ditemukan di sungai Palu Kel. Tavanjuka Palu Selatan Sulteng.
Puluhan relawan yang juga turut bekerja sama melakukan pencarian menyisir semua pinggiran sungai tersebut
Laporan awak media masih menunggu perkembangan pencarian selanjutnya dalam seminggu kedepan setelah hari ini salah seorang korban banjir bernama Nurhidayah usia 17 tahun atau kerap sisapa Dayat salah satu siswa Madrasah Ibyedaiya Negeri Palu Sulawesi Tengah.
Menurut Arif dan Aldi keduanya selaku Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan bencana berasal dari Kota Palu Sulteng, saat ini sudah memasiki hari ketiga penyisiran, tim SAR sedang berupaya melakukan pencarian terhadap kedua mayat pemuda yang sejak kemarin telah dinyatakan hilang terjangan dan disertet banjir sungai itu.






“Meski diketahui debit air sungai itu sudah mulai surut namun, upaya pencarian kedua mayat remaja Siswa MAN II Palu itu masih terus berjalan, dan diperkirakan pencarian ketiga remaja korban banjir tersebut dilakukan selama seminggu, apa bila dalam jangka waktu semingg setelah proses pencarian itu nihil atau tak juga berjasil menemukan mayat korban banjir itu, maka proses pencarianpun dihentikan, “jelas kedua tim SAR TRC.
Lanjut Aldi menimpali Arif, setelah tim kami mendapatkan laporan, sedari kemarin bahwa ke 13 rekanan remaja siswa MANDU itu nekat mandi di sungai di area zona larangan dkawasan wisata air terjun di sungai itu, kendati mereka tak mengindahkan tanda larangan yang tulis terpapang diarea permandian tersebut, area air terjun tingkat ketiga itu dianggap rawan, bahkan menurut warga setempat, bahwa ditempat itu sudah banyak memakan korban jiwa dikala ada yang menceburkan dirinya dipusaran air terjun itu, memang diakui cukup dalam dan mengundang maut.
Arif dan Aldi kembali menambahkan, saat ini sekitar ratusan orang warga berdatangan dari mana-mana kelokasi ini dan membaur dengan para relawan tim SAR, hanya ingin melihat pencarian dua korban hanyut terseret banjir, pengunjung juga mengatakan bahwa kawasan destinasi air terjun Wera ini memang anker.
Di lokasi destinasi ini katanya memang angkar, “ini soal kemanusiaan”, justru membuat tim SAR dari berbagai organisasi relawan penanggulangan bencana, baik relawan mahasiswa maupun polisi dan TNI serta Basarnas Sigi dll akan tetap terus berupaya untuk mencari sampai dapat keberadaan kedua mayat remaja itu,
“Alhasil saat ini salah seorang korban telah berhasil ditemukan mesiki silain tempat, yepatnya di sungai Palu dikawasan kelurahan Tavanjuka Kota Palu Selatan, “ungkapnya.
Kedua relawan TRC menambahkan, Kembali kesoal korban hanyut terseret amukan banjir yang terkadi dua hari yang lalu pada Senin 27/2/024, mirisnya lagi, dari ke 13 remaja itu sempat diingatkan oleh petugas tour guide (pemandu wisata), bahwa dihulu ada kabut tebal pertanda turun hujan namun mereka tak mengidahkan petugas tour guide, seketika itu juga hujanpun turun dengan derasnya mengguyur kawasan itu, hingga kemudian air bah itupun datang menerjang mrereka, dan sontak dari ketiga rekan mereka hanyut dan terseret oleh dasyatnya terjangan air tersebut, “jelas keduanya.
Hal senada juga sebutkan Fellix selaku K-9 Squad Direktorat Samapta Korps Samapta Bhayangkara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia Poda Sulawesi Tengah, tim kami kerahkan sejak dari pagi hingga sore hari ini melakukan penyisrian dari hulu kehilir dengan dibantu anjing pelacah, namun hasilnya tetap nihil
“Namun, pada pencarian dihari ketiga ini berkat upaya para Tim, baik relawan masyarakat biasa maupun tim khusus aparat TNI dan Polisi telah berhasil menemukan bernama Nurhidayah (17) siswa Mandu Palu “ujar Fellix ditemui bersama anjing pelacaknya.
Sementara dilokasi yang sama tim medis dari Puskemas Kaleke yang diakomudir oleh Siti Hajar S.St selaku Kepala Pusmesmas bersama Kabid Pengendalian dan Pemberantasaan Penyakit (P2P) Dinkes Sigi, Dr. Lusiana Ningsi MM mengatakan, menurut keduanya, tim mereka telah menyiapkan perlengkapan alat medis sejak pagi stay terus dengan mobil oprasional Ambulans tapi pencarian kemarin belum nerhasil.
Namun, pada Rabu 29/2/024 hari ini mayat korban banjir itu berhasil ditemukan di sungai Palu, dan menurut keteangan, jenazah korban telah dilarikan ke salah satu Rumah Sakit di Kota Palu untuk dilakukan visum oleh tim medis dan penanganan selanjutanya.

“Adapun perkembangan kemarin saat tim SAR akan terus berupaya melakukan pencarian seirang lagi mayat korban hingga membuahkan hasil.
kini salah korban banjir bernama Nurhidayah sudah ditemakan berkat upayah para relawan dan tim SAR, “ungkap kedua ketua tim medis tersebut.
Padahal kemarin kita menunggu perkembangan pencarian sampai sore hari pun tim medis alout kalau-kalu dua korban yg sudah dinyatakan meninggal tersert air bah itu, apa bila ditemukan
Rencana tim kami akan gerak cepat mengevamusi bila mayat tersebut ditemuka, hal itu disampaikan Kapus Kaleke dan Kabid P2 P Dinkes saat dikonfirmasi awak media disela-selah kerumunun ratusan warga dilokasi kejadian itu.***
(Nelwan Makkuradde/Sigi/red)
