Waspadai Politik Uang pada Pemilu 2024, Askar anjurkan kader Muhammadiyah bentuk Agen of Social Changes

News Lintas Sulawesi/Kota Makassar : Menjadi narasumber pada dialog kader yang di laksanakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Makassar bekerjasama dengan PC IPM Tallo dan SMU 7 Muhammadiyah Rappokalling , Fasilitator Pelatihan Kader Taruna Melati 1 ( PKTM 1 ) bersama Peserta melaksanakan Talkshow yang bertema generasi Millenial , Cerdas dan Islami yang di laksanakan pada Kamis , 28 Desember 2023 di kompleks perguruan Muhammadiyah Rappokalling.

Dalam paper materi yang dibuat oleh Muhammad Askar, SKM yang juga Adalah mantan ketua Pimpinan Cabang Ikatan Remaja Muhammadiyah Tallo tahun 1994 itu menegaskan bahwa ” sudah saatnya kader muda Muhammadiyah yang merupakan generasi millenial dan generasi Z melakukan rekonstruksi sosial baru untuk mengevaluasi sistem pemerintahan, sistem demokrasi, sistem ekonomi dan sistem sosial yang berlangsung di negeri tercinta Indonesia, menurut hemat saya selaku aktifis sosial masyarakat yang juga terlibat sebagai politisi partai Perindo, saatnya Indonesia diselamatkan dari jurang kehancuran, ada 59% penduduk Indonesia yang terpapar kemiskinan, sekitar 6000 Triliun lebih utang negara yang bunganya saja pemerintah sangat kesulitan membayarnya.

Membludaknya pengangguran, dan semakin merosotnya daya beli masyarakat, what’s wrong ? Apa yang terjadi ? Apa yang terjadi di negeri Indonesia yang katanya subur, makmur, Toto tentram Kerto Raharjo ? Negeri yang dinilai oleh bangsa bangsa di dunia Adalah serpihan surga dan Zamrud khatulistiwa, negeri yang tongkatpun bisa jadi tanaman saking suburnya tanah Indonesia, negeri yang mengandung kekayaan Alam luarbiasa,. memiliki cadangan emas terbaik dunia, memiliki cadangan nikel terbaik dunia, ikan laut yang spesiesnya hanya ada di Indonesia, aneka rempah rempah, tanaman yang subur dan ladang minyak, gas dan permata semua ada dan berlimpah disini, di negeri Indonesia tegas Askar yang juga caleg DPRD Provinsi Dapil Makassar A.

Askar meneruskan, lantas kenapa masyarakat kita masih miskin ? Padahal kita sudah merdeka 79 tahun, ada apa sebenarnya ? Kemudian Askar menegaskan bahwa tentu ada yang salah dan harus di luruskan di negeri ini , dan yang bisa melakukan itu hanyalah anak anak muda yang cerdas, terampil, berakhlak mulia seperti kader kader Muhammadiyah yang ikut pelatihan kader hari ini tegas Askar, banyak hal yang ingin saya uraikan pada kesempatan ini tapi karena keterbatasan waktu, saya hanya ingin menekankan dua hal, pertama, segera bentuk agen agen sosial baru untuk mengawasi, mengadvokasi serta mengedukasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu 2024 yang sisa 50 hari lagi, lakukan pengawasan atas politik uang yang bisa mencederai kualitas demokrasi kita, lakukan edukasi dan advokasi kepada keluarga, teman, masyarakat secara luas bahwa menerima uang tunai , sembako dan bantuan sosial lainnya yang bermotif kepentingan politik adalah sebuah pembodohan, sebuah pelecehan terhadap hak asasi manusia dalam memilih wakil rakyatnya.

Presiden dan senator, melalui agen of social changes ini lakukan investigasi, inventarisasi kasus money politik, laporkan ke Bawaslu dan pihak pihak terkait jika ditemukan dilapangan kasus politik uang dan kecurangan tegas Askar, saya rasa ini adalah cara cara yang kurang sehat dalam mendidik rakyat, mereka selalu di eksploitasi dan bahkan di lecehkan hak hak politiknya untuk memilih wakil rakyat yang menyogoknya dengan uang dan sembako, rakyat di buat bodoh setiap even politik Tahunan dan lima Tahunan tegas Askar, untuk dia menghimbau agar alumni pelatihan kader taruna melati 1 rela menjadi relawan keadilan untuk perubahan pilihlah orang baik yang akan mewakili anda tegas Askar.

Yang kedua sebagai generasi millenial dan generasi Z anak anak muda Muhammadiyah harus bisa dan mampu mengakses serta memanfaatkan teknologi dengan baik dan tepat guna , melalui gadget orang bisa kaya tapi bisa juga jadi jahat dan berdosa untuk itu dia menghimbau agar kader kader Muhammadiyah memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk kepentingan umat dan bangsa , buat aplikasi yang dapat mengedukasi masyarakat dapat menunjang ekonomi anda tutupnya .

Acara Talkshow di hadiri oleh peserta PKTM 1 , pihak SMU 7 Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Ikatan pelajar Muhammadiyah dan Alumni Ikatan Remaja dan pelajar Muhammadiyah Cabang Tallo. Peserta tampak antusias menyimak pemaparan pemateri dari dua narasumber yakni Muhammad Askar, SKM dan Muftihaturrahmah dari PD IPM kota Makassar.

(Editor : Muh Aidil/red)

Tinggalkan komentar