
News Lintas Sulawesi/Sigi, Sulteng : Pergerakan volume-up rehap rekon proyek multi years irigasi gumbasa paket 5 yang dikelolah PT. Nindya Karya dengan panjang volume kerja 6 km lebih, masih tahap pengerjaan sheet pile (turap) serta clearing gali – uruk saluran primer pada titik leandscape, persentasi progres pekerjaan diperkirakan baru capaian 10,5 %.
Hal tersebut paparkan oleh pelaksana Humas PT. Nindya Karya, Mardiono yang juga selaku Koordinator Lapangan, proyek rehab rekon irigasi gumbasa (Sibas) paket 5 yang dikelolah oleh PT. Nindya Karya, dan disokong dengan sumbar dana berasal dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri PHLN Loan Japan International Cooperation Agency JICA sebesar Rp. 90. 965.996.000.

Jenis pekerjaan proyek itu adalah improvement of gumbasa main channel IOGMC (BGkn 54 BGkn 59), adapun panjang volume kerja 6 km lebih, “kata pelaksana Humas Mardiono menjawab News Lintas Sulawesi Rabu (20/12-2023)
Diakui bahwa tim tehnis proyek juga terfokus pada aturan kesesuaian speak pekerjaan yang telah ditentukan, dan juga memaksimalkan elevasi progres dalam skala prioritas. Bahkan mengulik tuntas pembangunan irigasi itu hingga batas waktu yang ditentukan.
Merunut peta pelaksaan kontrak kerja proyek irigasi gumbasa terjadwal pada tahun anggaran 2023 sampai selesai 2024, maka plot untuk mengulik visi kerja kemasa rentang waktu 420 hari klender tersebut, terpaut pada pengerjaan fisik konstruksi Sheet pile didua titik lokasi berbeda tapi masih sejalur yaitu :
Pada titik lokasi jalur pertama terletak di Kecamatan Biromaru Kab. Sigi, sementara dititik lokasi kedua proyek Sibas tersebut meluber diwilayah kota Palu Sulawesi Tengah, “jelasnya.
Lanjut Mardiono, terkait proteksifitas tata kelolah dan metode kerja fisik distiap item hingga cpaian progres serta bobot pengerjaan project multi years rehab rekon Sibas (IOGMC) yang dikelolah PT. Nindya Karya tersebut
“Berafiliasi dengan korpotet dan kemitraan/kerja sama oprasi (KSO), yang juga melekat pada liding sektor Balai Wilayah Sungai Sulawesi lll Palu SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air, atau Kementrian Pekerjaan Umum (PUPR) Derektorat Jendral Sumber Daya Air Sulawesi Tengah.

Menurutnya, bahwa pesentasi progres pekerjaan saat ini baru mencapai bobot 10,5 %, “terangnya.
Mardiono kembali menambahkan, meski proses pembangunan saluran primer irigasi masih dalam tahapan pengcoran bekisting dan pengecoran cetak sheet pile (plat beton) atau turap penahan dinding talud, dan juga mengoptmalkan proses clearing material disepanjang (jalur irigasi) landscape 6 km lebih tersebut.
“Tim teknis proyek juga kini sedang mengefektifkan proses pergerakan (kinetic) pengatingan gali – uruk material yang bakal nantinya jadi acuan preservasi guna merujuk object dan akses mobilisasi landscape dijalur primer Irigasi gumbasa, “tandasnya.***
(Nelwan Makkuradde/Sulteng/red)
