
News Lintas Sulawesi/Sigi : Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi bersama Adventist Develoment and Relief Agency (ADRA) dan Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) terasosiasi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk “Aksi Antisifatif Bencana Banjir Bandang di Sigi” pada Kamis (16/11-2023) bertempat di cafe Total X Jln. Maijen Suprapto Bumi Nyiur Kel. Besusu Palu Barat.
FGD yang diakomudir oleh Sri Idawati Abdul Manaf Latjambo ST.M.Si selaku Kabid Kesiap Siagaan dan Kabid Kedaruratan dan Logistik Ahmad Yani dari BPBD Kab. Sigi yang bekerja sama dengan Aminudin Magtani selaku Digital Rights Managemen (DRM) project Managemen ADRA (NGO) dan juga terafiliasi dengan Ketua Forum Penananggulangan Resiko Bencana yakni, Saiful Taslim yang juga selaku Fasilitator Focus Group Discussion (FGD)
Diskusi yang digelar di Cafe Total X dibilangan Jln M. Suprapto (Bumi nyiur) Besusu tersebut, merujuk pada diskusi yakni, mengait kerengka acuan kegiatan Term Of Reference (TOR) dan intens terasosiasi dalam pembahasan terkait paradigma antisifatif darurat bencana atau bahaya banjir serta menyangkut perihal penerapan kesiap siagaan tanggaap guna mengakomudir (level) tingkat pemahaman masyarakat yang berada di daerah titik rawan banjir bandangbyang kerap terjadi di wilayah Kab Sigi.

Dipaparkan oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Sigi Sri Idawati Abdul Manaf Latjambo ST. M.Si saat membuka FGD tersebut, bahwa jika merunut pada metode penanggulangan bencana yang kerap menimpa wilayah Sigi khususnya di Kecamatan Dolo Selatan
“Dan pada kesempatan ini, juga dalam hal ini BPDB Sigi kembali berkoordinasi bersama unsur jajaran lembaga terkait, unsur Akademisi Untad dan jajaran struktural lembaga tingkat Desa dan juga dihadiri oleh empat Kades juga turut andil dalam FGD dalam pembahasan terkait aksi antisifatif bencana banjir bandang hingga review pada perihal Standar Operasional Prosedur (SOP)
“Diketahui SOP juga merupakan panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional dari lembaga profesional atau cakupan yang terakomuder oleh Non Goverment Organitation (NGO) yang kerap kali digaungkan oleh ADRA yang sedari dulu bekerjasama dengan BPBD Sigi, “tutur Sri Idawati RM. Latjambo.
Menurutnya, esensi untuk memposiaikan diri dalam proteksi kesiapsiagaan tanggap darurat bencana, dan hingga review memanimalisir problem di area metigasi yang manakala berkaitan dengan lingkungan yang kerap terdampak bencana
“Yang kerap melanda empat Desa di Kecamatan Dolo Selatan (Dolsel) Sigi yakni, Desa Sambo, Desa Poi, Desa Rogo dan Desa Bangga, dimana dalam hal ini yang kini menjadi tanggunjawab kita bersama, “tandas Kabid Kesiapsiagaan BPBD itu
Dilansir News Lintas Sulawesi Kamis (16/11-2023) hal senada juga disampaikan oleh Erik Nugroho (WFP) selaku pemateri sesi perdana dari ADRA, setelah kemudian dilanjutkan oleh Digital (DRM) Aminudin Magatani Rights Managemen yang juga project Manager ADRA, sesi diskusi tersebut terkoneksi melalui vdio confrence zoom atau Videowall/monitor/proyektor.
Disampaikannya dalam hal ini bahwa andil ADRA selaku NGO yang sejak dalu bekerja sama dengan lembaga BPBD Sigi terkait FGD Aksi antisigatif bencana banjir bandang
“Adapun hal itu tak lepas dari penerapan mengenai mekanisme perihal intensitas pergerakan cuaca ekstrim di wilayah Dolo Selatan yang mencakup empat Desa tersebut, dimana derah tesebut sering mengalami banjir bandang, hingga mendorong upaya kita untuk mengakomudir hal itu agar sebisa mungkin membekap pendanaan melalui standar oprasional prosedur
Namun, semua itu harus terkoneksi dengan bebagai pihak yang berkompoten termasuk pemerintah Desa (Kades) yang wilayahnya yang intens dengan titik rawan banjir bandang, maka prosedural mengait pendanaan secara prefesional dibutuhkan kerjasma dari BPBD dan atau Pusdalops Sigi dalam hal penaganan bencana dan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan.

“Dan hal itu tak lepas andil dari fasilitator forum penanggulangan resiko bencana (FPRB) yakni a
Saiful Salim yang kerap disapa bang Iful, yang juga selalu protokoler FGD “ungkap Manager Projec ADRA itu.
Aminudin Magtani kembali menambahkan, berkaitan dengan ihwal rangkaian diskusi yang bertema ” Focus Group Discussion FGD Aksi antisipatif bencana banir bandang”, yang juga melibatkan unsur Akdemisi yanki, Dr. Ir Rustan Efendi ST. MT dari UNTAD yang juga ketua LPPM beserta Kepala BMKG Sulawesi Tengah Nur Alim S.Si dll.
Andil mereka juga sangat berperan penting dengan langkah sinergitas dan responsihif guna pemaparan soal mobilisasi serta persiapan upaya kalsifikasi SOP terkait aksi antisifatif dan mengakomudir penanggulangan akan bahaya bencana banjir bandang yang kerap terjadi di wilayah siaga darurat bencana yakni, Kecamatan Dolsel Sigi, “pungkasnya.
(Nelwan-Kasman/Sigi/red)
