
News Lintas Sulawesi/MAKASSAR : Diduga jadi mafia proyek Alsintan berinisial (RN) (45). Di beritakan setelah melakukan serangkaian aksi penipuan berkedok bantuan alat pertanian dengan total keuntungan yang mencapai ratusan juta rupiah.
“RN sudah meraup uang (hasil)penipuan) senilai ratusan juta rupiah,” kata inisial M kepada sejumlah Awak media, kamis (19/10/2023).
Dalam aksinya, pelaku menawarkan mobil traktor, langsung dengan kelompok tani padahal itu cuma modus, untuk mecari korban. Korban yang tergiur dengan tawaran tersebut, lantas memberikan sejumlah uang untuk pelaku.
“(RN) ini menjanjikan traktor dengan nilai tertentu untuk kemudian ini setelah dicek oleh korban, ternyata sejak tahun 2022 bulan 08 sampai sekarang traktor itu tidak ada, sehingga korban mengadukan tersangka (ke polisi),” ungkap M.
“Tetapi tersangka dengan janji dan tipu muslihatnya, sudah mendapatkan uang dari korban. Jadi, dengan iming-iming mendapatkan traktor dengan harga yang murah, tetapi ketika sudah saya serahkan dana tersebut, ternyata dicek sampai sekaran barang itu tidak ada.
Adapun sampai saat ini jumlah korban yang menjadi korban penipuan RN berjumlah kurang lebih 10 orang salah satunya saya sendiri dan beberapa korban lain nya melalui PT LONTARA GROUP dirut(RD) insial dan bersama (AM) insial, mereka melancarkan aksinya di sejumlah lokasi yang berada di wilayah makassar sul-sel dan sekitarnya.


“Ada beberapa tempat transaksi di gowa,takalar enrekang dan makassar. Di ampat lokasi ini ada tiga korban yang buat LP di polda sul-sel,” ujarnya.
DL menyampaikan, salah satu modus RN adalah,, dia mengeluarkan bukti foto-foto kegiatan nya dan barang bukti traktor yang mau di serahkan ke kelompok tani, bukti-bukti lainya, seperti perusahaan dan dokumen yang bisa membuat kelompok tani percaya dia.
“Di dalam ini buktinya ada (asli) tapi ketika mereka mempertanyakan terkait barang yang mau di serahkan ke kelompok, pihak dari perusahaan tidak bisa membuktikan, sehingga korban kesal dan memangil wartawan dan melaporkan ke pihak yang berwajib ungkapnya.
(Darmin Dg Lau/
