
News Lintas Sulawesi/Sigi : Gaung Polri lestarikan negeri guna penghijauan sejak dini yang diakomudir oleh Kapolsek Marawola Ipda Isamail SH bersama tim dari istansi balai penyuluh pertanian (BPP) Kec. Marawola, lakukan prospek penghijauan penanaman pohon produktif di area Agro Wisata, Taman Wisata Neo Bukit Asam (Twinbas) di desa Sibedi Marawola Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (12/10-2023)
Kapolsek Ipda Ismail SH beserta jajaran Kepolosian Sektor Marawola bersama Delianti, juga beserta tim Dinas BPP Kecamatan Marawola canangkan prorgram yang bertemakan “Polri lestarikan negeri Penghijauan sejak dini yang di endus Kepolisian RI terkait SDM Unggul Presesi, lakukan serangkaian penanaman 30 pohon dengan berbagai jenis tanaman produktif
“Kegiatan itu diawali juga dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Kapolsek Marawola Ismail SH dan Delianti selaku tim penyuluh pertanian Kecamatan, setelah usai dalakukannya simbolis, lalu kemidian untuk selanjutnya, penaaman itu kembali dilakukan oleh warga setempat.
Penanman beragam jenis pohon produktif yang koordinir Kapolsek Marawola itu dilokalisir diatas lahan seluas 35 hektar terletak di kawasan agro wisata, Taman Wisata Neo Bukit Asam (Twinbas) desa Sibedi Marawola milik salah seorang pengembang bernama Hartono, “demikan dipaparkan oleh Kapolsek Marawola.
Masih seputar penanaman pohon produktif, disampaikan kembali oleh Kapolsek Marawola Ipda Ismail SH, gaung berslogan Polri lestarikan negeri penghijauan sejak dini itu merupakan langkah preventif guna memberi contoh terhadap masyarakat, karena betapa pentingnya melakukan pengijauan sejak dini atau menanam pohon, baik jenis pohon pelindung lainnya maupun pohon produktif, “tutur Ipda Ismail.

Disamping itu kata Kapolsek, Polri juga dalam hal ini, terkait tujuan mecanangkan program perduli lingkungan tersebut
“Adalah memanifestasi upaya pemanfaatan lahan lahan tidur atau dilingkungan pekarangan desekitar kita, sudah seyogyanya dapat memanfaatkan lahan tersebut agar ditanami dengan beragam farian pohon buah atau pohon jenis pelindung lainnya, baik pohon endemik lokal maupun pohon produktif jenis import, “terang Kapolsek Marawola.
Lanjut Kapolsek, dalam hal ketersediaan lahan seluas 35 hektar berada dilokasi loka wisata milik wira usahawan muda bernama Hartono yang juga ouner pengembang Twinbas di desa Sibedi, adapun harapan Polri memprakarasi gaung penghijauan sejak dini itu
“Fremingnya adalah bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mereka juga turut peduli dengan lingkungannya serta pelestariannya, sehingga menjadikan slogan protokoler “Polri lestarikan negeri dengan penghijauan sejak dini,” bisa jadi pemanatik dan membekap kesadaran kita semua agar lebih proaktif terhadap andil peduli lingkungan, sehingga masyarakat pun sadar, dengan cara berkesinambungan untuk melestarikan lingkungan dan alam sekitanya, “pungkasnya.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Hartono pengololah agro wisata yang juga ouner Twinbas, perihal berkaitan dengan kegiatan penghijauan atau perduli lingkungan yang diadakan oleh institusi Polri, dan dikoordinir langsung oleh Kapolsek Marawola dan jajarannya, dan juga dari tim Dinas BPP Kecamatan
“Maka adanya acuan program protokoler terkait progres inisiasi dari Polri tersebut, yang diprotek dengan unsur Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Presesi yakni, bertemakan “Polri Lestari Negeri penghijauan sejak dini, tim mereka terfokus pada penanaman pohon produktif diatas lahan yang telah tersedia seluas 35 hektar, “terang Hartono
“Lalu tujuan penghijauan penanaman pohon produktif (pohon buah) ini ucap Hartono, guna menularkan efek positif dan memotifasi terhadap kalangan masyarakat agar mengenal dan lebih memahami dengan dekat dengan alam, juga lingkungan sekitarnya
“Dan juga acuan untuk membangun lingkungan yang alami, supaya keperdulian dan kencintaan kita terhadap alam itu lebih mengacuh pada pelestariannya.
“Selain terlihat estetis dan asri, juga mberikan nuansa sejuk pada ruang dilingkungan sekitar kita. Jika ada yang gemar menanam tanaman produktif, maka hal tersebut dapat memberi manfaat besar buat kelangsungan hidup kita, dan untuk itu, haruslah sejak dini, “tingkatkan tradisi gemar menanam, “imbuhnya.
Hal itu juga tentu erat kaitannya dengan Agro wisata yang sejak dalam beberapa tahun terakhir ini masih taraf pembangunan, dengan upaya mengimplementasikan pengembannya disektor kewirausahaan
“Maka pengembangan alterlatif lain adalah, menghijaukan Twinbas dengan beragam tanaman buah-buahan baik yang lokal maupun berasal dari luar manca negara

“Dan juga sekaligus menjadikan Twinbas bukan hanya sebagai tempat wisata yang identek dengan edukasi wisata buatan manisia (manmade tourism), wisata Alam (nature tourism), wisata Budaya (cultute tourism) dan wisata agri bisnis (agritourism), “terangnya.
Kemudian untuk tujuan wisata agri bisnis pada tanaman farian pohon produktif, diprotek untuk tujuan edukatif, sehingga bermanfaat bagi orang lain
“Adapun jenins farian tanaman buah (phohon produktif) yang kini lagi ditumbuh kembangkan yakni, pohon buah Alpukat, Pohon Sawo, Pohon Namgka oranye dan Jeruk Syiam, mangga Indra mayu (lokal), mangga Chokanan (Thailan), mangga Nanddikmai (Thailan), mangga Kiojay (Jepang), manggaIrwun, mangga Yuwen (China), mangga Mahatir (Malaisia), mangga red (Vietnam), sampai jenis mangga termahal asal Jepang yaitu, mangga Miyazaki, mangga Imperior dll, “jelasnya.
Maka degan persediaan lahan seluas 35 hektar itu, mbawah damapk yang berharga serta mengedukasi masyarakat ketika berkunjung ke Twinbas.
“Hal yang terpenting adalah memanfaatkan lahan pekarangan atau kebun dll yang dapat difungsikan untuk tujuan penghijauan dengan tanaman produktif atau tanaman buah yang sekiranya memberikan damapak positif dan dapat menunjang ekonomi keluarga, “tutupnya.
(Nelwan/Kasman/sigi/red)
