“Terkendala Proyek Peningkatan SPAM di Sulawesi Tengah: Kerusakan Fasilitas Umum dan Puing-Puing Bekas Rabat Beton”

News Lintas Sulawesi Sigi : Terkait proyek peningkatan system penyediaan air minum (SPAM) atau perihal rekonstruksi rehabilitasi sistem air baku pasigala paket ll di Kab. Sigi Sulawesi Tengah yang digarap oleh Perusahaan yang terafiliasi dengan BUMN itu, kini presentasi progresnya kian intens dan signifikan, namun hal itu dikeluhkan warga

Bagaimana tidak, disepanjang jalan Palu Bangga didua kecamatan yankni, Kecamatan Dolo Barat dan Dolo Selatan, wilayah itu dijadikan object lokasai guna peningkatan instalasi pelintasan pipa SPAM,
dimana disepanjang jalur itu terlihat ada penampakan dinding saluran air daraenase banyak yang retak-retak dan sudah hancur

Dikarenakan manakala tim teknis pengololah proyek multi years itu ketika melakukan pengerukan dengan alat berat exfator, setelah usai melakukan kegiatannya, pihak proyek terkesan membiarkan fasilitas umum itu, meski mengalami rusak parah.

Maksimalaisasi persentasi progres pekerjaan proyek rekonstruksi rehabilitasi air baku pasigala (SPAM) tamapak intens dan signifikan, “namun mirisnya pekerjaan proyek tersebut, terkesan tak elok dipandang mata

Sebab, dinilai menyisahkan puing-puing bongkaran rabat beton dan juga saluran air got dibeberapa titik lokasi jalan poros itu, diyakini banyak mengalami rusak parah.

Pantauan News Lintas Sulawesi Rabu (4/10-2023), Subjectifitas akibat ulah tim teknis pengelolah proyek rekonstruksi dan rehabililatasi air baku pasigala paket ll (SPAM), hal itu dinilai menuai keluhan warga disekitaran plintasan jalur itu

Dan idealnya, juga terkesan membiarkan kerusakan pada saluran air dan juga membiarkan puing-puing bekas rabat beton dan hingga menyebabkan air got mampet, sehingga hal itu dikeluhkan warga, dan kini jadi polemik.

Dipaparkan oleh Syahrul, salah seorang warga Desa Bobo Kecamatan Dolo Barat, hal seruapa juga terjadi di lokasi pelintasan pipanisasi di Desa kami, ketika para tim teknis proyek itu, tatkala melakukan penggalian dengan alat berat exsafator pada titik lokasi dimana dilakukannya bakal pemasangan pipa-pipa besar itu, perusahaan penggarap proyek tersebut, banyak menyisahkan kerusakan pada fasilitas umum yang lain

Seperti, rusaknya parapet dinding darainase dan mampetnya saluran air got dll, lalu kemudian ditinggalkan begitu saja oleh pihak pengoloh proyek itu, “kata Syahrul.

Lanjut Syahrul, disepanjang jalan poros itu juga, amat banyak penpakan puing-puing bekas rabat beton yang berserahkan dan hanya diletakan begitu saja dibibir jalan, setelah kemudian pihak perusahaan pengelolah proyek itu usai mengeruk dan membongkar rabat beton dikedua sisi badan jalan tersebut

“Hingga mengakibatkan dinding parapet saluran air drainase itu, akibat terkena benturan benda keras Exafator pada saat dilakukannya pengerukan oleh tim teknis pengelolah proyek, lalu kemudian setelah selesai menginstalasi dan membenam pipa-pipa itu, lalu mereka meninggalkan lokasi itu, untuk melakukan pekerjaan berikutnya, “pungkasnya.

Memang, diketahui pihak pengelolah proyek juga, secara intesn bekerja semaksimal mungkin dan kejar target untuk persentase progres serta optimalisasi pada tahapan pemasangan pipa ghip itu

“Namun sungguh disayangkan, banyak dinding saluran air itu mengalami retak-retak dan hancur alias rusak parah, “terangnya.

Selain itu ia juga menambahkan, masih disepanjang jalur jalan poros Palu Bangga Dolo Barat, pemandangan serupa juga terlihat dibanyak tempat disepajang jalur tersebut, dimana penpakan puing-puing rabat beton yang hancur itu, meski sudah tersusun dan diletakan ditepi-tepi jalan tetapi, masih saja terlihat semeraut.

“Pasalnya, manakala perusahaan tersebut ketika melakukan pembongkaran rabat beton pada badan-badan jalan atau sambungan diruas jalan beraspal tersebut, setelah kemudian galian dibadan jalan itu, akan diplot untuk tahapan di item pemasangan pipa-pipa ghip selanjutnya.

“Apakah pihak pengelolah proyek tersebut akan merekonstruksi kembali rabat beton yang dibongkar itu atau tidak, “entahlah, “jawab syahrul mengeluhkan hal itu.***

(Kasman-Nelwan/Palu/red

Tinggalkan komentar