
News Lintas Sulawesi/Palu, Sulteng: Band Culture Project kembali menjadi sorotan publik setelah merilis single kedua mereka, yang diberi judul “Darurat”. Single ini dirilis sebulan setelah lagu sebelumnya, “Palu Dilupa”. “Darurat” merupakan sebuah karya yang digarap khusus dengan mengacu pada kondisi sosial dan politik di Kota Palu.
Dalam lagu ini, seperti halnya dalam “Palu Dilupa”, Culture Project masih tetap menyuarakan kritik pedas terhadap kondisi masyarakat Kota Palu pasca-bencana tahun 2018 yang lalu. Dalam wawancara dengan KabarSelebes.ID, Umaryadi Tangkilisan, salah satu anggota band, menyatakan bahwa mereka berharap single ini dapat menjadi kontribusi kecil mereka untuk para penyintas. Meskipun mereka merasa datang terlambat jika dibandingkan dengan bantuan yang sudah diberikan oleh banyak pihak kepada korban gempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu.
Peluncuran single “Darurat” dilakukan secara berbeda, yakni di tengah-tengah penyintas, tepatnya di hunian sementara (Huntara) Lapangan Golf, Kota Palu. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar karya mereka benar-benar bisa menyentuh hati dan menghibur para korban bencana tersebut. Mereka bahkan menyediakan keyboard untuk electone agar masyarakat bisa bersama-sama menyanyi dan sementara waktu melupakan kesedihan yang melanda mereka di Huntara.
Keputusan untuk merilis lagu ini di Huntara tidak diambil begitu saja. Menurut Umaryadi, Huntara adalah tempat yang sangat relevan dengan tema lagu “Darurat” karena Huntara adalah simbol situasi darurat yang dihadapi oleh para korban bencana. Lagu ini ingin menggambarkan urgensi dan kepedulian terhadap nasib para penyintas.
Lagu “Darurat” juga mencerminkan kritik terhadap kurangnya kejelasan mengenai nasib para korban setelah satu setengah tahun berlalunya bencana gempa bumi, tsunami, dan likufaksi. Meskipun sebagian sudah menempati Huntara yang dibangun oleh pemerintah atau lembaga kemanusiaan, masih banyak di antara mereka yang tinggal dalam tenda-tenda darurat, terpapar panas dan hujan. Adi Tangkilisan, yang akrab disapa Adi, merasa prihatin dengan ketidakpastian yang mereka hadapi.
Dengan lagu “Darurat”, Culture Project berharap bisa memberikan dukungan moral kepada para korban bencana tersebut dan mungkin menginspirasi tindakan lebih lanjut untuk membantu mereka.
(INUM-CP/RED)
(Editor : Muh Aidil)
