Demo Komrad Depan Balai Kota Makassar Berakhir Ricuh

News Lintas Sulawesi/Makassar: Sejumlah massa yang mengatasnamakan komite rakyat demokratik melakukan unjuk rasa depan kantor balai kota makassar dan dinsos provinsi sulawesi selatan.senin, 02 Oktober 2023

Terlihat spanduk bekas yang bertuliskan stop diskriminasi anak jalanan di bentangkan oleh massa aksi sembari berorasi secara bergantian.

Wandy selaku jenderal lapangan mengecam satpol pp kota makassar dan dinsos provinsi sulsel terkait fenomena anak jalanan di kota makassar.

“Saat kami mendapati isu tentang ancaman bui terhadap anak jalanan yakni pak ogah ( palimbang – limbang ), seluruh pasukan komrad melakukan kajian khusus. Kami menganggap bahwa ancaman kurungan 3 bulan dan denda 50 jt adalah bentuk serangan psikis terhadap anak jalanan.”tegas wandy

Lanjutnya, anak jalanan mesti di berikan ruang hidup untuk menghindari aktifitas yang bersifat kriminal jalanan. Pembatasan salah satu faktor maraknya kriminal jalanan di kota makassar

Selang beberapa lama bergantian berorasi, salah satu oknum pengamanan di depan kantor balai kota merebut paksa spanduk dan megaphone yang digunakan orator berorasi

Ketua komandk komrad yang juga berada di lokasi unjuk rasa tersebut merasa geram dengan tindakan oknum aparat pengamanan tersebut yang katanya arogan dalam pengamanan.

“Saya sangt sesalkan tindakan tersebut yang dilakukan oleh oknum pengamanan yang berada di lokasi berinisial H. Kami akan menggelar unjuk rasa di mapolda sulsel dan polrestabes makassar” tutur rian ketua komrad saat di temui di lapangan

Wandy menyampaikan bahwa unjuk rasa yang dilakukan ini adalah bentuk prakondisi komrad menuju 28 oktober 2023 yang bertepatan hari sumpah pemuda.

“Ini adalah prakondisi menjemput hari sumpah pemuda. Dan aksi yang hari ini kami lakukan alan terus berkelanjutan hingga tuntutan kami di terima”. Ucapnya

Sebelum mngakhiri unjuk rasa yang dilakukan, wandi sampaikan bahwa kasatpol pp kota makassar beserta kadinsos prov. Sulsel harus secepatnya membuka ruang diskusi untuk membicarakan fenomenan anak jalanan di kota makassar.

“Kami meminta kepada pihak yang kami sambangi untuk membuka ruang diskusi untuk membicarakan bagaimna fenomenan anak jalanan di kota makassar”. tutupnya

(Nanang Adrian/Makassar/red)

Tinggalkan komentar