“Kisruh Internal dan Kontradiksi Terkait Muktamar Alkhairat di PB Alkhairat”

Ismail daeng sute, tokoh masyarakat dolo barat yg juga pegawai fungsional pemprov sulteng (foto-red)

News Lintas Sulawesi/Sigi

Terkait kontradiktif pemasangan baliho bertuliskan “Menolak Keras Muktamar ke Xl Alkharat” pusat Palu, hingga menyangkut soal kisruh internal dualisme di PB Alkhairat, serta perihal klarifikasi Ketua PD Himpunan Pemuda Alkharat (HPA) Sigi

Pasalnya nama organaisasi itu ikut terseret juga didalamnya, sehingga hal itu menui beragam komentar dari berbagai pihak serta dikalangan masyarakat Palu, Sigi terkhusus Sulawesi Tengah pada umumnya.

Berikut petikan bantahan dari Ketua PD HPA Sigi, Syarif Latadano, dengan tegas ia membantah kerlibatannya terkait pemasangan baliho yang terpampang di beberapa tempat dititik wilayah di Kecatan Dolo, termaksuk pemasangan baliho didepan Ponpes Alkhairat Madinatul Ilmi Desa Kotarindau Kec. Dolo Kabupaten Sigi

“Ditegaskannya, jika ditilik dari sisi personalnya, saya selaku ketua Pengurus Daerah Himpunan Pemuda Alkhairat Kabupaten Sigi, secara pribadi saya tidak pernah menginstruksikan anggota untuk membuat atau memasang Baliho ataupun pamflet yang bunyinya dengan nada menentang atau menolak (membatalkan) pelaksanaan Muktamar ke Xl Alkhairat, “tegasnya.

Ditempat lain tokoh masyarakat Desa Pewunu Ismail Dg. Sute menyesalkan pernyataan Ketua HPA Syarif Latadano bahwa yg memasang baliho penolakan bukan Anggota HPA kata dia, bahwa di Pewunu Mayoritas Pemudanya adalah Pemuda Alkhairaat, meskipun tidak terstruktur dalam kepengurusan namun, anggota HPA itu ada dua, Anggota baik secara Struktural maupun Anggota non Struktural, “pungkasnya.

Pantauan News Lintas Sulawesi Jumat (22/9-2023), Hal lain terkait presfektif merebaknya soal isu internal kisruh dualisme di ponpes Alkhairat dan kontradiktif pemasangan baliho yang terpampang dbeberapa tempat di Sigi maupun di kota Palu yang ditandai dengan nada “Menolak Keras Pelaksanaan Muktamar ke Xl”.

Adapun pemasangan baliho yang terpampang dibeberapa tempat dititik wilayah Kecamatan Dolo Sigi tersebut, hal itu seolah menggiring ansumtif serta menimbulkan beragam presepsi dari berbagai kalangan masyarakat.

“Belum lagi presepsi soal bantahan Ketu PD HPA Kabupaten Sigi Syarif Latadano di beberapa media terkait perihal atas klarifikasi ketidakterlibatannya dalam hal pembuatan baliho atau panflet Alkhairat yg kini terpampang disejumlah temapt di wilayah Dolo

“Namun relevansinya mengarah ketendensi soal statis kepengusan organisasi Alkhairat Secara struktutal maupun non struktural “demikian diungkapkan Ismail Daeng Sute, salah seorang tokoh masyarakat Desa Pewunu Kec. Dolo Barat,

“Menurutnya refleksi bantahan dari ketua PD HPA Sigi itu secara struktural, memang logis, akan tetapi, secara interest dalam struktur organisasi Alkhairat tersebut

Punya prefrensi mendasar mengait statis dua faktor yang tak terpisahkan yakni, pengurus secara Struktural dan non sruktural, hal itu merupakan unsur 2 in one satu wadah dalam kepengurusan organisasi Alkhirat sampai hari ini, “tandasnya.

Review tekait ihwal digelarnya rapat Forkopinda tentang pelaksanaan Muktamar Alkhairat ke IX tertanggal 21 April 2023 yang lalu, hal itu telah disepakati bersama.

Kutipan press rilis Isamail Daeng Sute. Rapat tersebut kala itu dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, dan juga Memimpin Rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Plus Untuk Memastikan Pelaksanaan Muktamar Alkhairat XI Tahun 2023 Berjalan Baik dan Sukses, aman dan Tertib Kamis 21 April 2023.

Rapat itu dihadiri juga, Kapolda dan Unsur Forkopimda , Kanwil Agama , Bupati Sigi dan Forkopimda Kabupaten Sigi.

Adapun – Kesimpulan Rapat :

  • Bahwa Sesuai hasil Kajian Hukum dan Tim bahwa Pelaksanaan Muktamar Alkhairat XI Tahun 2023 Sudah Sesuai dengan AD/ART Alkhairat.
  • Bahwa Muktamar XI Merupakan Kebutuhan Alkhairat Karena Sudah Beberapa Kali Mengalami Penundaan.
  • Kapolda Akan Memberikan Pengamanan Yang Sebaik – Baiknya atas pelaksanaan Muktamar XI Alkhairat
  • Bahwa Dinamika Yang terjadi Didalam Internal Pengurus Alkhairat semua Peserta Rapat Berharap dapat diselesaikan secara Kekeluargaan.

Pada rapat itu, Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura Menyampaikan, bahwa Kita Sangat mencintai Alkhairat, Kita sungguh berterimakasih Kepada Guru Tua yang telah membawa cahaya kebaikan di Palu yang juga mengajarkan dogma agama, nilai luhur Pendidikan yang mengacuh pada dasar agama dan sains tetang kesehatan pun turut menerangi dan mencerdaskan masyarakat Sulawesi Tengah.

“Masyarakat Sulawesi Tengah sangat bersyukur kepada Alkhairat dan kebersamaannya membangun Sulawesi Tengah, Gubernur Menyampaikan Sangat Menyangkan dan sangat prihatin melihat dinamika yang terjadi di Internal Alkhairat. Kita doakan sebelum pelaksanaan Muktamar XI, sudah dapat selesai dan Semua Pihak dapat menacapai kesepakatan untuk bersama sama Mengembangkan Alkhairat, “terang Gubernur Sulteng.

Gubernur menambahkan, Pada Kegiatan di Jakarta kala itu, bahwa Gubernur Sulawesi Tengah dan Gubernur Maluku Utara Menyampaikan Langsung Kepada Presiden Joko Widodo mengait tentang Pelaksanaan Muktamar Alkhairat, sesaat kemudian Prsiden pun spontan merespon dan sekaligus menyampaikan agar Pramono Anung dapat mengatur Waktunya

“Untuk itu agar Panitia dan Gubernur Maluku Utara dapat memastikan Kehadiran Presiden RI di Palu untuk membuka acara Muktamar ke Xl dengan Resmi, kalaupun ada penundaan waktu Muktamar itu, karena Permintaan Presiden atas kesediaan waktunya untuk membuka acara, “jelasnya.

Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan anggaran Untuk Mensukseskan Pelaksanaan Muktamar Alkhairat XI Tahun 2023, “kata
Kapolda Sulawesi Tengah.

Kapolda Sulteng juga menyampaikan, bahwa Alkhairat adalah Organisasi Terbesar Di Indonesia Timur karena berada pada 21 Provinsi dan jumlah anggota mencapai 20 Juta sehingga dinamika yang terjadi saat ini jangan sampai berkepanjangan karena hal tersebut dapat mempengaruhi stabilitas Daerah dan Nasional, “ungkapnya.

Lanjutnya, Untuk Itu Kalau Muktamar Alkhairat XI Tetap Berjalan maka Polda bersama Jajaran akan melaksanakan Pola Pengamanan yang sebaik baiknya dan Polda Sulawesi Tengah juga Siap Mengamankan Muktamar XI Alkhairat.

“Namun Demikian Kita Tetap berharap Dinamika yang terjadi dapat diselesaikan secara kekeluargaan sebelum dilaksanakan Muktamar
XI

Kasrem 132 Tdl, Kajati , DPRD , Kanwil Agama , Kabinda , Bupati Sigi dan Kapores Sigi , Semuanya Sepakat mendukung Pelaksanaan Muktamar XI Alkhairat karena Sudah sesuai dengan AD/ART Alkhairat dan Sudah Menjadi Kebutuhan untuk Pengembangan Alkhairat kedepan.
Semua Mencintai Alkhairat dan Mencintai Jasa Jasa Guru Tua karena telah mewariskan Alkhairat kepada Masuarakat Sulawesi Tengah, “Tegas Kapolda Sulteng.

Sumber dikutib deadline-news.com group deataknews.id dari : Biro Hukum/Biro Administrasi Pimpinan.

(Nelwan/Kasman/biro-sigi/red)

Tinggalkan komentar