
News Lintas Sulawesi/Palu, Sulteng
Di Sosial Media sejak kemarin bertebaran video singkat tentang enam anak muda mungkin usia 18 hingga 20 an tahun berjalan jalan di mall.
Gaya jalan mereka cuek, gembira, tertawa tawa sama seperti rata rata anak muda saat ini. Tapi yang luar biasa adalah tulisan di kaos hitam mereka yang membuat kami aktivis 98 terhenyak, merinding dan menahan air mata. Tulisan nya adalah “ORANG BAIK TIDAK PILIH PENCULIK”
Tulisan sederhana, tidak menyebut siapa yang di sasar tapi hampir semua yang memiliki daya ingat, pembaca sejarah, pemerhati kemanusiaan pasti bisa menduga duga siapa yang dimaksud di kaos itu.
Kalau Saya, Hermawan Sulistio, Adian Napitupulu, Wahab, Sarbini, Eli Salomo, Budiman atau Syafiq yang bicara seperti tulisan di kaos itu, tentu hal biasa karena nama nama tersebut terlibat dan tahu bagaimana teman teman nya hilang sejak 25 tahun lalu dan tak pernah kembali. Nama nama itu merasakan bagaimana pedihnya melihat teman teman nya meninggal di tembaki di Trisakti, Semanggi, Jogja, Lampung dan Palembang.
Video viral di sosial media itu menyadarkan bahwa selalu lahir generasi kritis yang tidak muda tertipu kata kata manis, generasi cuek tapi mampu menjaga kewarasannya, menjaga ingatan dan merawat keberaniannya untuk menyampaikan isi hati dan isi otak mereka.
Kaos yang mereka pakai seolah menantang partai pendukung sang capres, menantang keluarga besar sang capres, menantang para pengusaha yang menjadi donatur kampanye sang Capres, bahkan menantang para penculik yang saat ini menjabat berbagai jabatan penting di negara ini. Mereka tidak perduli seberap kuat yang mereka lawan melalui kaos itu, mereka gagah, mereka berani dan melalui kaos nya mereka seolah berkata “Kami muda tapi Kami Tahu Perbuatan mu”
Komentar komentar di sosmed aktivis 98, aktivis 80an dan yang lebih senior sangat beragam tapi dengan nada yang sama “Mereka adalah kita puluhan tahun yang lalu”
Untuk mereka, kaum muda pemberani yang tidak saya kenal, melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan dengan ketulusan rasa yang ada di dada ini “Selamat datang kaum muda pemberani…. terbentur…. terbentur dan terbentuk”
Sebagai penutup saya ingin sampaikan bawah walau kita berbeda usia tapi kaos mu membuktikan bahwa perbedaan zaman tak akan menghentikan lahirnya pejuang kemanusiaan yang berani melawan penindasan dan kepalsuan….
Sri Hadiningsih
(INUM-CP/red)
