Ratusan warga Sholat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng

News Lintas Sulawesi/Kab Gowa

Puncak Gunung Bawakaraeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu, 28 Juni 2023,telah di jejali ratusan warga dengan niat untuk melaksanakan Salat Idul Adha di hari raya Idul korban.

Dua hari sebelum pelaksanaan Salat Idul Adha, warga sudah mulai mendaki puncak gunung tersebut.

Sejak pukul 06.45 WITA, warga mulai melaksanakan salat Idul Adha. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Bulukumba, Jeneponto, Bantaeng, Malakaji, Sinjai, Galesong dan Makassar.

Dengan jumlah yang cukup banyak hingga ratusan orang,warga memadati Puncak Gunung Bawakaraeng, untuk melaksanakan Salat Idul Adha dengan penuh khidmat.

Warga yang berdatangan pun datang dari berbagai usia, tak jarang ada yang sudah tua namun tetap naik untuk merasakan Salat Ied di sana.

Padahal perjalanan memakan waktu yang cukup lama dan jalur yang cukup ekstrim hal itu tak menyurutkan mereka untuk tetap menapaki langkah demi langkah ke puncak gunung.

Menurut Informasi, kegiatan ini sudah turun temurun setiap tahun selalu dilaksanakan dan sudah menjadi tradisi yang tak mereka tinggalkan.

Uniknya lagi, di sana terdapat makam dinamakan Ko’bang yang selalu diziarahi oleh sejumlah warga setempat.

Rudiansyah, warga jalan Dangko Kota Makassar bersama teman-temannya ikut melaksanakan Salat Idul Adha di Puncak Gunung Bawakaraeng.

Ia mengaku juga merasakan sensasi luar biasa saat berlebaran di puncak gunung. Walaupun cuaca yang sangat dingin, namun dia tetap bersemangat dan bersyukur bisa merasakan sensasi lebaran yang berbeda di tahun 2023 ini.

“Sangat luar biasa karena meskipun jalur yang ekstrim warga tetap antusias ke sana melaksanakan sholat Ied dan kondisi di puncak yang banyak bebatuan, tapi saya sangat bersyukur karena bisa menikmati keindahan dan merasakan kekeluargaannya,” ujar Rudi

Mereka yang datang dan Salat Ied di sana ada yang langsung pulang, ada juga yang melanjutkan camping di lokasi tersebut untuk merasakan sensasi berhari-hari berada di puncak gunung Bawakaraeng.

(Candra Tompo/Gowa/red)

Tinggalkan komentar