HIKMAH PERISTIWA QURBAN

News Lintas Sulawesi/Makassar


Hari Raya Idul Adha dikenal juga dengan nama peristiwa Qurban yakni pemotongan hewan seperti sapi dan kambing atau sejenisnya.
Pemotongan hewan yang di kurbankan dinamakan Qurban yang wajib di lakukan bagi seluruh ummat Islam bagi yang mampu.

Peristiwa pemotongan hewan ini di laksanakan di Masjid Nurul Hasanah Mappala Perumnas sebanyak empat ekor sapi dan 2 ekor kambing.” Kata, Agussalim Mansyur.ST. Sekretaris Masjid tersebut dan bertindak selaku Ketua Panitia pelaksanaan pemotongan hewan Qurban tahun ini.
Acara pemotongan hewan setelah usai melaksanakan sholat Idul Adha yang pelaksanan sholat Kamis.29 -Juni- 2023. 1444 Hijriah bertempat di lapangan Baruga Tidung.V.Perumnas. Makassar Provinsi Sulawesi-Selatan.


Ceramah Khutbah Shalat Idul Adha diisi oleh Ustaz.DR.HM.Syahril Langko.MA.
Dalam isi ceramahnya ada lima Hikmah dari Peristiwa Qurban yang dapat kita petik Hikmahnya.

  1. Peristiwa Ismail dengan seekor domba menunjukkan betapa tinggi derajat kehormatan Manusia di bandingkan hewan. Menumpahkan darahnya orang yang beriman adalah haram hukumannya apapun alasannya. Dari semua ajarannya yang menjanjikan sesuatu jikalau tumbalnya darah Manusia maka itu adalah ajaran yang bertentangan dengan Islam, seperti Mesir Kuno dimana setiap tahun menenggelamkam seorang gadis cantik dengan alasan agar sungai Nil bisa mendapatkan kesuburan.Ataukah dengan adanya ajaran bahwa untuk mendapatkan Ilmu kesaktian maka tumbalnya adalah darah Manusia semua itu bertentangan ajaran Islam.
  2. Penebusan Ismail adalah seruan kepada kita semua yang punya kelonggaran yang punya rezeki untuk kita dapat berkurban.
    Rasulullah SAW.bersabda barang siapa yang punya kemampuan lalu tidak berkurban maka janganlah iya mendekati tempat shalatku. Apalagi sekarang ini melambungnya suatu harga banyak saudara-saudara kita menunggu uluran tangan dan hari raya ini merupakan kesempatan buat kita untuk berbagi rasa kepada orang-orang.
    Mengutip Surah Al-Kautsar. Yang artinya Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu yang banyak kata Allah. Maka laksanakan Sholat dan berkurbanlah.
  3. Hikmah yang ketiga. Sitti Hajar adalah simbol seorang Istri yang patuh dan taat kepada suaminya, istri yang suka memberatkan atau menghalang-halangi suaminya melaksnakan perintah Allah tidak sama sekarang banyak istri tidak taat lagi pada suaminya suka membantah bahkan membentak dan meneriaki suaminya. Dalam suatu riwayat Muhammad SAW. Isra Miraj sampai ke Sidratul Muntaha beliau sempat di perlihatkan dulu neraka yang paling banyak isinya Perempuan. Nabi SAW bertanya kepada melaikat. Ya Malaikat Jibril mengapa banyak perempuan di Neraka itulah Perempuan yang durhaka kepada suaminya. Tapi sekarang banyak juga suami yang berdosa pada Istri.
    4.Ismail adalah simbol anak sholeh, bukan anak yang membangkang dan membentak orang tuanya . Kita sebagai anak, mari kita menjadi generasi melalui ajaran Islam. Seorang anak harus berbakti kepada kedua orang tua. Pernakah kita membanyangkan betapa besarnya jasa-jasa kedua orang tua terhadap kita. Ibu telah mengandung selama 9 bulan 10 hari lamanya. Kita dibawah kemanapun ia pergi tampa mengeluh kesah. Orang tua telah memeras keringat untuk memenuhi kebutuhan hidup kita tidak kenal siang atau malam tidak peduli menentang panasnya terik matahari dan dinginnya di musim hujan, hanya guna mempertaruhkan nyawanya bekerja ntuk masa depan kita berapa lama orang tua kita disekolahkan hingga kita selesai sampai kita dapat menjadi orang yang dapat mandiri dan di pandang. Bahkan kepergian orang tua kita sering mendapat musibah semua pengorbanannya orang tua sama sekali tidak pernah menuntut pengembalian jasa kepada anak-anaknya. Kecuali hanya mengharapkan kepada anaknya agar menjadi anak yang berhasil dan menjadi orang yang baik.
  4. Dengan peristiwa pengorbanan Ismail AS, mari kita mempermantap Keimanan kepada Allah SWT, sehingga ujian apapun menimpah kita tetap tegar, tabah dan sabar menerima ketentuan Allah SWT. Orang yang beriman jika diberi musibah mereka bersabar, jika di kasih rezeki mereka ber syukur. Jikalau kita sebagai orang yang beriman yakinlah bahwa kita adalah hamba yang di cintai Allah. Tetapi jikalau ada harta, pangkat, jabatan jangan kita menyangka kita adalah hamba yang di cintai Allah SWT.
    Tataplah kehidupan ini dalam-dalam periksalah diri sebelum engkau di periksa. Marilah kita berkaca pada kehidupan ini tataplah wajah kita yang tampan, kalau perempuan tataplah wajah kita yang cantik ini, sebentar lagi akan jadi tua dan kulit kita akan menjadi kriput dan gigi kita yang terta rapih sebentar lagi akan berguguran, semua yang kita miliki akan kita tinggalkan. Oleh karena itu sediakan bekal yang sebanyak-banyaknya yaitu amal saleh, dunia mau tidak mau akan kita tinggalkan. Nabi Muhammad SAW. Berumur 63 tahun dan batas umur kita rata-rata 60 tahun sebagai pengikut Nabi SAW artinya tidak lama lagi dari batas itu. Tetapi bila ada umurnya yang lebih dari 60 tahun itu artinya Allah masih menyanyangi kita untuk dapat berbuat kebaikan. Karena banyak orang sering di kuburan berteriak-teriak untuk kembali kedunia ingin berbuat kebaikan, namun Allah tidak memenuhinya untuk kembali lagi kedunia.
    Sebaik-baik Manusia yang panjang umurnya dan baik amalnya dan sejelek-jelek Manusia adalah panjang umurnya jelek amalnya.”Kata Syahril Langko dalam khutbah Idul Adha.
    Lanjut dikatakan pada ceramahnya itu. Hari ini kita bisa di hibur dengan sanak kadang dan handai tolan, tetapi boleh jadi besok kita sudah menjadi santapan cacing-cacing tanah.
    Untuk itu marilah kita tanya pada diri kita masing-masing dari mana kita sebenarnya, kemanakah kita akan pergi, apakah yang kita bawah nanti sudah adakah bekal yang di persiapkan sebelum ajal menjemput kita semua ini.” Nasehat ustaz Syahril Langko dalam ceramahnya itu.
    DR.HM.Syahril Langko. MA.dalam ceramahnya juga menyampaikan ada 7 pesan Ismail kepada Ayahandanya yang tercinta sebelum dilakukan penyembelian terhadap dirinya itu. Sebagai berikut pesan itu dikatakan:
  5. Wahai Ayahandaku sebelum engkau menyembeliku ikatlah kedua tangan dan kakiku agar saya nantinya tidak terkapar-kapar.
    2.Hadapkan wajahku ketanah agar ketika Ayahku mengankat pedangnya nantinya tidak dapat melihat wajahku merasa kasihan padaku.
    3.Tajamkan mata pedang yang Ayah gunakan agar supaya saya tidak lama merasakan sakitnya.
    4.Tutup wajahku dengan sehelai kain agar aku tidak melihat Ayah mengangkat pedangnya yang bisa mengakibatkan takut nantinya
    5.Kalau Ayah sudah menyembeliku tinggalkan cepat tempat ini bawahlah bajuku ini sebagai obat rinduku untuk Ibuku.
    6.Janganlah Ayah menceritakan proses peyembelianku kepada Ibuku yang bisa menaruh kasihan kepadaku.
  6. Dan sampaikan salamku untuk Ibuku kiranya iya dapat merelakan kepergianku.
    Itulah pesan Nabi Ismail AS. kepada Ayahnya Nabi Ibrahim AS.
    Namun itu semua tidak terjadi terhadap diri Ismail atas kebesaran Allah SWT.
    Ismail tidak dapat memyentuh kulitnya, memotong uratnya, mengeluarkan darahnya.
    Nabi Ismail AS, tergantikan dengan se ekor domba oleh Malaikat Jibril Atas Perintah Allah Subhanahu Wataalah.” Demikianlah Kisah yang diceritakan Ustaz DR.HM.Syahril Langko. MA.pada Khutbah Shalat Idul Adha.

(Mustabir-Red Indonesia/red)

Tinggalkan komentar