SEBERAPA PANASKAH API NERAKA…?

Yahdi Basma SH

News Lintas Sulawesi/Palu, Sulteng

Menonton sejenak video short ini, yg barusan nangkring di beranda youtube, berjudul “Seberapa Panaskah Lava Gunung Berapi?”,
jempol saya justru tertarik untuk cari tahu “Seberapa Panaskah Api Neraka?

Mari kita simak…

I. Dalil Naqli

Dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang peringatkan betapa panasnya api neraka. Saya kutip cukup 3 (tiga) diantaranya.

QS Al-Mursalat ayat 32, “Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana.” QS At-Taubah ayat 81, “Katakanlah: Api neraka jahannam itu teramat sangat panasnya.” Dan penggalan QS At-Tahrim ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,…”

Disabdakan pula oleh Rasulullah SAW, dalam hadits sahih Abu Hurairah mengatakan bahwa, “Rasulullah bersabda, ‘Api yang biasa kalian nyalakan merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka jahanam’ “. Juga diriwayatkan Tirmidzi, “Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga tampak merah. Lalu dinyalakan lagi selama seribu tahun sampai kelihatan putih. Kemudian dinyalakan selama seribu tahun sehingga terlihat hitam. Hingga sekarang neraka itu hitam dan gelap.”

II. Takaran Suhu Api di Dunia

Untuk menakar panasnya api di neraka, tentu kita perlu “membayangkan” dengan mengkomparasi derajat panas api di dunia, dengan mencari tahu jenis api yg paling panas.

Dalam video short ini, riset menunjukkan suhu api magma Gunung Berapi yg terpanas, adalah sekitar 1.160°Celcius.

Masih adakah di dunia jenis apa yg lebih panas dari itu? Ya, ada.

Ngomong² tentang panasnya API, saya teringat suatu waktu pernah berkeliling di kawal ketat oleh sekuriti & sejumlah ‘Petugas Guide’, pakai Bus Mini Khusus Smelter (lengkap dengan kostum standar wajib) di dalam “markas besar” sebuah perusahaan raksasa di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Morowali, kurleb 550 KM dari Kota Palu.

Sekitar medio 2016 silam saat itu, saya duduk sebagai Anggota Komisi III, bersama rombongan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, pernah tinjau resmi PT. IMIP di Morowali. Perusahaan bermodal dasar USD 40.000.000 itu. Tentu tak saya jelaskan disini misi dinas saat itu, seputar tengok progres pajak dari penopang terbesar APBD Sulteng itu. Saya melihat langsung proses pengolahan nikel sampai ke “dapur” IMIP kala itu.

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) adalah kawasan industri berbasis pengolahan Nikel dengan rantai industri terpanjang di dunia, dengan produk utama : Nikel, stainless steel dan carbon steel.

Proses pengolahan nikel dilakukan dengan metode ekstraksi pirometalurgi dan hidrometalurgi. Proses pirometalurgi (smelting) merupakan proses pengolahan mineral dengan menggunakan suhu super tinggi, panas yang diperoleh berasal dari tanur berbahan bakar batubara (kokas).

Smelter berasal dari Bahasa Inggris “smelting” yang artinya peleburan. Dalam industri pertambangan mineral logam, smelter adalah bagian dari proses produksi. Di fasilitas ini, mineral yang ditambang dari alam akan dibersihkan & dimurnikan.

Proses peleburan bijih nikel disebut tahap Furnace, yaitu menghilangkan air yang tersisa, melebur kalsin menjadi nikel matte dan terak besi (slag). Tahap ini bertujuan memisahkan slag serta mengeluarkan matte. Temperatur matte sekitar 1.300° C dan slag sekitar 1.500° C.

Maka dapatlah diklaim, kadar panas 1.500°C adalah suhu api terpanas di dunia.

III. Berapa Suhu Api Neraka?

Pengertian paling umum Api, ialah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 (tiga) unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menghasilkan panas dan cahaya. Artinya, secara kimiawi, Api miliki 3 unsur, yakni oksigen, sumber panas, dan bahan bakar.

Pengetahuan umum, derajat panas air mendidih adalah 100°C. Berarti, panas dari api yang dibangkitkan oleh teknologi di PT. IMIP yang pernah saya lihat itu, adalah 15x lipat dari panasnya air mendidih.

Nah, jika mengacu pada 3 ayat Qur’an & Hadits sahih di atas :

1. Dengan sampel 1.500°C api dunia dikalikan 70 = 105.000°C, atau sejumlah 1.050 kali lipat dari panasnya air mendidih;

2. Secara kimiawi, tentu derajat panasnya api, amat ditentukan oleh unsur-unsur yang membentuk nya.

Panas api dari Lava Gunung Berapi yg terbentuk dari tiga unsur utama yakni batuan cair,
mineral, dan gas terlarut, hasilkan panas 1.160°C.

Panas api PT. IMIP yang berbahan bakar batu bara (kokas) hasilkan suhu 1.500°C.

Maka Api Neraka yang 70x lipat dikalkulasi sepanas 105.000°C itu, dengan asumsi berbahan bakar yang sama.

Tapi faktanya, Api Neraka berbahan bakar manusia dan batu;

3. Selanjutnya, derajat panas yang 105.000°C (asumsi bahan bakar batu bara/kokas) itu, ternyata dinyalakan (menyala-nyala) dan dijaga Malaikat selama 3.000 tahun, dimana tentu rentang waktu api yang menyala-nyala, memengaruhi pula derajat panas nya.

So….
Saya/kita, tentu saja tak mampu mencari tahu, berapa progres skala perubahan panas, dari API yang telah menyala selama 3.000 tahun itu, dengan berbahan bakar manusia dan batu.

Wallahu’alam.

15 Februari 2023

Yahdi Basma, SH.
( Pendiri IPJI Sulteng, Ikatan Penulis & Jurnalis Indonesia, Ketua MASIKA Sulteng/Majelis Sinergi Kalam ICMI Muda, & Anggota DPRD Sulteng yg sedang “merantau” 😷 )

(INUM-CP/RED)

(Editor ; Muh Aidil)

Tinggalkan komentar