
News Lintas Sulawesi/Makassar, Sulsel
Awalnya saya sebagai peserta pengganti atas registrasi Hm Lutfi Hanafi pada acara Pelatihan Bisnis Kambing dan Sapi oleh ISMI SULSEL, seperti biasa saya selalu berfikir positif apapun Rezki yang diberikan oleh Allah SWT lewat orang lain ,termasuk ikut gratis dalam pelatihan Bisnis Kambing dan Sapi ini padahal kontribusi peserta lumayan besar yaitu membayar Investasi sebesar Rp. 500.000/ peserta dengan durasi kegiatan 2 hari full time , hari pertama menerima materi Full narasumber yang hebat hebat dan hari ke-dua mengunjungi UPT Peternakan pemrov Sulsel di Pucak serta kandang sapi dan kambing milik peserta yang sudah dikembangkan selama ini.
Ada hal yang menarik dari serangkaian materi dan motivasi pelatih dalam kegiatan tersebut yang pertama terkait issu kebutuhan daging sapi dan kambing di Indonesia yang mencapai 700.000 Ton pertahun atau setara dengan 3,7 Ekor sapi dengan bobot rata rata 100 kilo dan yang paling prospek lagi adalah tingkat kebutuhan daging Sulawesi Selatan karena mendekati kebutuhan Nasional yaitu 400-500 ton pertahun , hal ini sangat masuk akal karena kebutuhan daging para penjual Coto, Konro, Pallu Basa, Sate dan rumah makan lainnya di Sulawesi Selatan sangat besar akibatnya daging Impor masih merajalela.

Dan khusus kebutuhan daging Kambing masih relatif kurang karena penjual masakan yang bahan bakunya dari daging kambing di Makassar hanya di beberapa titik saja seperti di jalan Pengayoman belakang MP dan sekitar Ratulangi, hal ini karena adanya informasi yang salah dari Masyarakat bahwa daging Kambing mengandung nilai kolesterol yang tinggi, padahal hasil penelitian terbaru kolesterol daging kambing jauh lebih kecil bilang dibandingkan daging sapi. Tapi disisi lain kebutuhan daging kambing untuk acara Aqiqah masih belum sebanding dengan ketersediaan di Sulsel yang hanya berkisar 700 ekor perbulan, padahal kalau dilihat dari angka kelahiran bayi di Sulsel sangatlah tinggi ini merupakan peluang terbuka bagi mereka yang melek akan peluang bisnis .
Hal kedua yang menarik dari materi pelatihan Bisnis Kambing dan Sapi itu adalah doktrin agama Islam, dimana agama Islam mewajibkan adanya kegiatan Aqiqah bagi bayi yang baru lahir untuk anak laki laki wajib di potongkan dua ekor kambing/Domba dan bagi perempuan satu ekor kambing serta kewajiban Idul Qurban bagi mereka yang mampu. Poinnya adalah ketika suplai kambing dan Sapi itu habis di pasaran maka salah satu syariat Islam akan punah ( tidak terlaksana ) hal inilah yang mendorong yayasan Lukado ( Lumbung Kambing dan Domba Jakarta ) bersama Ikatan Saudagar Muslim Indonesia terus menerus akan melakukan pelatihan bisnis kambing dan Sapi secara reguler dan terus menerus agar profesi dan bisnis pengelolaan ternak di Indonesia terus menerus berlangsung demi keberlangsungan penerapan syariat bagi lahirnya anak seorang muslim dan pelaksanaan Idul Qurban.
Pada sisi lain lagi bisnis kambing Sapi ini adalah sebuah peluang yang sangat besar bagi mereka yg berjiwa wirausaha, pangsa pasar sangat besar tapi ketersediaan produk sangat terbatas, inilah peluang yang sangat besar bagi wirausahawan muslim, sehingga Pelatihan Bisnis Kambing dan Sapi ini perlu mendapat support dari semua pihak , kewajiban ideologisnya adalah menjaga keberlangsungan syariah dan menumbuhkan Ekonomi Indonesia.

Satu hal lagi yang membuat saya tersentuh dengan Pelatihan Bisnis Kambing dan Sapi adalah bahwa para Nabi dan Rasul itu semuanya adalah pengembala ternak di masanya artinya apa? menjalankan profesi sebagai peternak adalah warisan pekerjaan dari para Nabi dan Rasul , kenapa demikian? beberapa ulama menjelaskan bahwa untuk menundukkan sifat sifat kebinatangan pada ummatnya kelak , para Nabi dan Rasul itu di perintahkan menggembala unggas / binatang di masa masa pertumbuhannya dari remaja sampai dewasa , dengan demikian para Nabi dan Rasul itu sudah memahami lebih cepat sifat sifat kebinatangan pada manusia nantinya dan secara efektif dapat mengendalikannya berdasarkan perintah Allah SWT , saya sangat bersyukur mengikuti Pelatihan Bisnis Kambing dan Sapi ini pada Angkatan Pertama di Suslel dan Angkatan ke -4 Nasional . Ayoo beternak kawan ……
Tamalanrea, 27 Maret 2022
Makasih kak Muh Lutfi Hanafi 🙏
Kampus Makassar Maju
Tempat Pelatihan Bisnis Kambing dan Sapi
Milik ketua ISMI SULSEL, Dr. H. Yusran Paris , MM
(Muhammad Askar/Makassar/red)
(Editor ; Muhammad Aidil)
