APSSI Sul-sel Programkan Bantuan untuk SSB di Sulawesi selatan

News Lintas Sulawesi/Makassar, 12/3/2022.

Salah satu rancangan program APSSI sulsel adalah membantu SSB yang ada diprovinsi Sulawesi selatan untuk pembentukan badan hukum dengan memberikan bantuan subsidi.


Menurut bidang manejer legalitas APSSI sulsel Uspa hakim, SH. M.Kn mengatakan bahwa sebagian besar SSB yang ada di Sulawesi selatan masih belum memiliki badan hukum sehingga APSSI sulsel akan membantu ssb yang belum memiliki legalitas dengan bekerja sama dengan Aspro/Askot/Askab untuk merealisasikan program ini.


Langkah awal APSSI sul sel adalah membentuk pengurus APSSI di daerah dengan bekerja sama dengan Askot/Askab, berdasarkan data dari APSSI sul sel baru 8 Kabupaten/kota yang sudah memiliki pengurus APSSI dari 16 Kabupaten/Kota yang bermohon.


Dengan bekerja sama APSSI sul sel dan Asprov/Askot/ Askab setelak pembentukan pengurus apssi di daerah langkah selanjutnya akan dibuat suatu aturan atau regulasi untuk mensejahterakan para pelatih dan akan mendata semua pemain di tiap SSB/Klub yang ada di Sulawesi selatan.


APSSI sul sel yang dinahkodai Marwal iskandar membuat suatu terobosan dengan membuat kursus kursus pelatih diberbagai wilayah bertujuan agar penyediaan sumber daya manusia/pelatih yang berlisensi dapat terpenuhi dengan banyaknya klub/ssb yang ada di berbagai daerah.


Pelatih adalah ujung tombak dalam menciptakan pemain pemain berkualitas sehuingga persepakbolaan nasional mampu bersaing di asia tenggara, asia dan didunia.


Uspa hakim,SH. M.Kn merupakan salah satu peserta di gelombang kedua kursus pelatih D diploma PSSI yang berasal dari pare pare mengatakan bahwa kursus yang di ikuti ini sangat berkualitas untuk peningkatan persepakbolaan apalagi ditunjang pemateri yang handal tentu akan melahirkan pelatih pelatih berkualitas.


Kursus gelombang ke 2 ini berlangsung di Makassar dari tanggal 7- 14 maret 2022 yang di ikuti berbagai peserta di Indonesia antara lain, papua, Sulawesi tengah, Kalimantan dan lokal Sulawesi selatan.

APSSI sul sel memprogramkan bantuan untuk SSB di Sulawesi selatan
Makassar,12/3/2022. Salah satu rancangan program APSSI sul sel adalah membantu ssb yang ada diprovinsi Sulawesi selatan untuk pembentukan badan hukum dengan memberikan bantuan subsidi.
Menurut bidang manejer legalitas APSSI sul sel uspa hakim, SH. M.Kn mengatakan bahwa sebagian besar SSB yang ada di Sulawesi selatan masih belum memiliki badan hukum sehingga APSSI sul sel akan membantu ssb yang belum memiliki legalitas dengan bekerja sama dengan Aspro/Askot/Askab untuk merealisasikan program ini.


Langkah awal APSSI sul sel adalah membentuk pengurus APSSI di daerah dengan bekerja sama dengan Askot/Askab, berdasarkan data dari APSSI sul sel baru 8 Kabupaten/kota yang sudah memiliki pengurus APSSI dari 16 Kabupaten/Kota yang bermohon.


Dengan bekerja sama APSSI sul sel dan Asprov/Askot/ Askab setelak pembentukan pengurus apssi di daerah langkah selanjutnya akan dibuat suatu aturan atau regulasi untuk mensejahterakan para pelatih dan akan mendata semua pemain di tiap SSB/Klub yang ada di Sulawesi selatan.


APSSI sul sel yang dinahkodai Marwal iskandar membuat suatu terobosan dengan membuat kursus kursus pelatih diberbagai wilayah bertujuan agar penyediaan sumber daya manusia/pelatih yang berlisensi dapat terpenuhi dengan banyaknya klub/ssb yang ada di berbagai daerah.


Pelatih adalah ujung tombak dalam menciptakan pemain pemain berkualitas sehuingga persepakbolaan nasional mampu bersaing di asia tenggara, asia dan didunia.


uspa hakim,SH. M.Kn merupakan salah satu peserta di gelombang kedua kursus pelatih D diploma PSSI yang berasal dari pare pare mengatakan bahwa kursus yang di ikuti ini sangat berkualitas untuk peningkatan persepakbolaan apalagi ditunjang pemateri yang handal tentu akan melahirkan pelatih pelatih berkualitas.


Kursus gelombang ke 2 ini berlangsung di Makassar dari tanggal 7- 14 maret 2022 yang di ikuti berbagai peserta di Indonesia antara lain, papua, Sulawesi tengah, Kalimantan dan lokal Sulawesi selatan.

(Kaharuddin/Biro-Ampana/red)

(Editor : Muh Aidil)

Tinggalkan komentar