
News Lintas Sulawesi/Kab Tojo Una-una
Sosok marwal iskandar sudah tidak asing lagi bagi pecinta si kulit bundar yakni sepak bola. Sebagai ketua APSSI sul sel dan instruktur pelatih sepak bola marwal iskandar berperan penting dalam peningkatan prestasi sepak bola di kanca nasional terutama diberbagai kursus pelatih.
Di kabupaten Tojo una una khususnya kecamatan ulubongka peran marwal iskandar sangat penting melalui kursus pelatih sepak bola, terbukti di gelombang ke 2 yang dilaksanakan di Makassar dari kecamatan ini mengutus 2 calon pelatih lisensi D diploma PSSI yakni wardiman,s.pd dan junaedi n. majo, dimana di gelombang pertama juga salah satu peserta berasal dari kecamatan ulubongka kabupaten tojo una una provinsi Sulawesi tengah.








Salah satu peserta yang ikut di gelombang ke 2 ini merupakan putra asli ulubongka yakni dari wilayah pedalaman kecamatan ulubongka tepatnya Desa Mire yakni Junaedi n. majo.
Kesuksesan kecamatan ulubongka memberangkatkan dua calon pelatih lisensi D diploma PSSI tidak lepas dari perhatian pemerintah kabupaten tojo una una, pemerintah kecamatan ulubongka, pemerintah desa Mire dan desa Marowo serta dukungan pemerhati olahraga Ferdison balili selaku anggota DPRD kabupaten tojo una una.
Wardiman,s.pd yang merupakan salah satu peserta dari Desa Marowo Kecamatan Ulubongka Kabupaten tojo una una provinsi Sulawesi tengah mengatakan bahwa kursus yang diikuti di Makassar sangat luar biasa ilmu yang diberikan oleh intruktur marwal iskandar untuk kemajuan sepak bola di tojo una una khususnya kecamatan ulubongka.

Wardiman,s.pd selain sebagai pelatih sepak bola juga profesi sebagai guru/ Pembina pondok pesantren di kecamatan ulubongka yakni pondok pesantren alkhaeraat marowo akan menjadikan sepak bola sebagai media dakwah melalui cabang olahraga ini, serta dengan adanya lisensi yang akan di raihnya maka untuk berpartisipasi di liga santri piala Kasad akan menjadi prioritas utama nantinya.
Lanjut harapan kedepannya agar lebih banyak lagi yang berpartisipasi untuk mendapatkan lisensi pelatih, agar organisasi APSSI kabupaten tojo una una bisa terbentuk sehingga regulasi pssi pusat untuk mewajibkan seluruh kompetisi atau turnamen sudah menggunakan pelatih pelatih yang berlisensi di berbagai kelompok usia bisa terlaksana ucapnya.
Untuk kabupaten tojo una una masih kurang pelatih berlisensi hanya sekitar 4-5 orang berdasarkan data dari askab pssi tojo una una sehingga tidak berimbang dengan banyaknya klub yang ada.
(Kaharuddin/Biro-Ampana/red)
(Editor ; Muh Aidil)
