
News Lintas Sulawesi/Kab Takalar
Upaya mematangkan penyaluran bantuan sosial (bansos) terus dilakukan pemerintah melalui kementerian sosial. Salah satunya dengan percepatan penyaluran bansos dan telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia sebagai instansi penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut.
Untuk tahun ini, pemerintah menyalurkan BPNT/Kartu Sembako secara tunai melalui kantor pos. Pemerintah telah mencairkan Rp 600 ribu bantuan untuk periode Januari – Maret 2022.
Meski menerima tunai, indikasi permainan oknum agen sembako terus berlangsung di Takalar. Setelah menerima tunai, para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) diarahkan untuk membawa uangnya ke warung tertentu untuk ditukarkan dengan beragam barang.
Pantauan awak media, ratusan warga dari beberapa desa yang ada di kecamatan Galesong selatan berkumpul di salah satu kantor desa bentang di Jalan poros galesong Jumat 04 Maret 2022.
“Iya pak. kami kesini karena instruksi dari pengurus . Uang yang kami terima langsung ditukar dengan beras telur dan buah apel.”kata daeng P salah satu KPM di halaman kantor desa bentang tersebut.
Warga yang lain mengaku kecewa karena sepengetahuan mereka, penerima KPM tidak ditentukan lagi untuk belanja di agen e-Warung.
“Hari ini, uang yang kita dapat dari PT pos sebesar 600 ribu rupiah sudah kami serahkan semua ke agen terdekat, untuk di tukar dengan beras tiga karung, telur 3 rak dan buah apel .”tambahan warga.
Berdasarkan penelusuran awak media, ada beberapa agen warung di wilayah Galesong tersebut juga merupakan milik salah satu mantan pendamping program BNPT di Takalar.
Menanggapi hal ini, Pimpinan Umum Media online News Lintas Sulawesi Muhammad Aidil agar Kepala Biro Cabang Takalar segera menelusuri aturan tersebut dan meminta aparat hukum untuk menindak para oknum yang diduga bermain di tahap penyaluran Bansos ini.
Di tempat lain Imran mengatakan “Tak boleh dibiarkan. Ini modus baru dari para perampok bansos.
Perpres Nomor 63 tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai, penerima bantuan tidak harus menerima dalam bentuk barang. Biarkan rakyat berbelanja pangan sesuai kebutuhan mereka.”
Pihaknya menduga para pendamping BPNT mengajak para kades untuk bermain di wilayah ini.
“Pantauan kami, hampir seluruh wilayah di Takalar melakukan hal yang sama.
Masyarakat kita jika sudah ditekan oleh pemerintahnya, maka semua mereka patuhi. Saya tantang APH untuk membongkar dan menangkap para oknum yang merampok bantuan ini.”pungkasnya.
(Tim Takalar/red)
